Yield Obligasi AS Naik, Bitcoin dan Ethereum Turun Lebih dari 2%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pasar kripto kembali tertekan seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah, penguatan dolar AS, dan kenaikan harga minyak. Bitcoin (BTC) bahkan sempat turun ke US$82.898 pada 7 Oktober 2026 pukul 20.50 WIB, sementara Ethereum (ETH) diperdagangkan di sekitar US$2.544 pada 8 Oktober pukul 00.45 WIB.
Menilik data perdagangan, Kamis (8/10/2026) pukul 06.42 WIB BTC tengah berada di US$83.289 atau melemah 2,61% dalam sehari dan ETH juga turun 4,63% ke posisi US$2.573. Adapun, total kapitalisasi pasar kripto terperosok 2,63% ke US$2,83 triliun.
Tekanan pasar terjadi ketika imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun mencapai sekitar 5,3%. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi dalam sekitar 24 tahun.
Kenaikan imbal hasil obligasi membuat aset berisiko seperti kripto menjadi kurang menarik bagi investor. Kondisi tersebut juga meningkatkan biaya pinjaman dan menekan valuasi aset berisiko, termasuk saham dan aset digital.
Kenaikan harga minyak turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi ini membuat investor mempertanyakan ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Baca Juga
Bitcoin Gagal Tembus US$ 87.000, Ini Level Support yang Perlu Dicermati
Melansir Coinmarketcapnews, Kamis (8/10/2026) tekanan tersebut tidak hanya terjadi di pasar kripto. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mengalami pelemahan seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan harga minyak.
Di pasar kripto, aksi jual diperparah oleh likuidasi posisi leverage. Lebih dari US$500 juta posisi leverage dilikuidasi setelah Bitcoin turun di bawah US$84.000, sehingga mempercepat pelemahan harga di pasar aset digital.
Baca Juga
Bitcoin sebelumnya juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Harga BTC tiga kali gagal menembus area US$87.000 sejak 23 September. Setiap kali harga mendekati level tersebut, tekanan jual kembali muncul.
Dengan Bitcoin kini berada di sekitar US$84.000, area tersebut kembali menjadi titik penting bagi pergerakan harga selanjutnya. Investor akan mencermati apakah tekanan dari pasar obligasi berlanjut dan berpotensi menyeret Bitcoin serta Ethereum lebih rendah.
