Susul Danantara, Energi Mega (ENRG) Investasi US$ 200 Juta di Perusahaan Migas AS
JAKARTA, investortrust.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menandatangani perjanjian investasi senilai US$ 200 juta atau berkisar Rp 3,6 triliun dengan HighPeak Energy, Inc, perusahaan minyak dan gas (migas) di Amerika Serikat (AS). Investasi ini disebut bagian dari strategi pertumbuhan perseroan dengan focus ekspansi organik dan anorganik.
Langkah investasi Energi Mega (ENRG) ini bersamaan dengan keputusan Danantara Investment Management (DIM) yang juga menggelontorkan US$ 250 juta atau sekitar Rp4,5 triliun ke HighPeak Energy Inc. Dalam investasinya, DIM disebut memperoleh perlindungan terhadap penurunan nilai investasi. DIM memperoleh manfaat dari kenaikan nilai ekuitas HighPeak Energy di masa mendatang melalui konversi menjadi saham biasa.
Baca Juga
Danantara Gelontorkan US$ 250 Juta ke HighPeak (HPK), Bidik Ladang Migas Raksasa AS
HighPeak Energy merupakan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Amerika Serikat yang tercatat di Nasdaq dengan kode saham HPK. HighPeak merupakan perusahaan migas yang berkantor pusat di Fort Worth, Texas. Perusahaan berfokus pada pengembangan dan eksplorasi hidrokarbon di Midland Basin, West Texas. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, HighPeak mencatat rata-rata volume penjualan harian sekitar 45.456 barel setara minyak per hari (BOEPD).
HighPeak Energy beroperasi di Permian Basin atau Cekungan Permian yang terletak di Texas Barat dan New Mexico Tenggara, Amerika Serikat (AS). Permian Basin merupakan ladang migas seluas 220.000 km2 dan menyumbang sekitar 48% produksi minyak mentah AS. Permian Basin terdiri atas lima sub-wilayah, yakni Cekungan Midland, Central Basin Platform, Cekungan Delaware, Northwest Shelf, dan Eastern Shelf. Besarnya potensi cukungan ini juga tercermin dari cadangan minyak yang masih tersedia. Mengacu data IHS Markit Ltd., wilayah tersebut masih menyimpan sekitar 60-70 miliar barel minyak yang belum diekstraksi.
Direktur Utama & CEO Energi Mega (ENRG) Syailendra S. Bakrie melalui keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/10/2026), menyebutkan bahwa investasi ini bagian dari strategi pertumbuhan perseroan dengan focus kombinasi ekspansi organik dan anorganik. Perseroan akan meningkatkan produksi dan mengoptimalkan nilai dari aset-aset yang saat ini dioperasikan.
"Kami meyakini bahwa investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi tersebut dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham ENRG, didukung oleh pengalaman manajemen dan kapabilitas operasional HighPeak,” tulisnya dalam keterangan resminya hari ini.
Di sisi lain, ENRG akan secara disiplin mencari peluang pertumbuhan anorganik, baik di Indonesia maupun pasar internasional. Investasi di HighPeak dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam strategi tersebut dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham perseroan.
Baca Juga
Mengenal Permian Basin, Sumber Minyak Terbesar AS yang Dilirik Danantara
Potensi tersebut didukung pengalaman manajemen serta kapabilitas operasional HighPeak. “Kami berharap investasi tersebut dapat menghasilkan sinergi melalui transfer pengetahuan teknis maupun nilai tambah antara portofolio perseroan dengan aset-aset HighPeak. Sinergi tersebut terutama diharapkan berasal dari paparan terhadap praktik operasional, teknologi, dan kapabilitas di industri hulu migas Amerika Utara,” tulisnya.
Perseroan menyatakan investasi di HighPeak akan didanai secara independen. Dengan demikian, ENRG tetap dapat mengoptimalkan peluang reinvestasi ke depan sekaligus menjaga disiplin dalam alokasi modal. Dalam transaksi tersebut, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. bertindak sebagai penasihat keuangan, sedangkan Milbank LLP menjadi penasihat hukum perseroan.
