Bitcoin dan Dua Pelantikan Trump: Modal US$1.000 pada 2017 Untung 9.400%, 2025 Justru Buntung 16%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) memulai 1 Oktober di US$84.000, naik mendekati US$87.000 setelah data pekerjaan AS yang lemah dan penurunan peluang kenaikan suku bunga Fed. Kehadiran militer AS yang meningkat dan ketegangan geopolitik terus memengaruhi sentimen risiko pasar. Investor kini mengamati apakah Bitcoin bisa menembus resistensi US$87.000 di tengah ketidakpastian di mana pada Sabtu (3/10/2026) pukul 11.25 WIB harga koin nomor wahid itu tengah berada di US$84.577 atau turun 2,29% dalam sehari.
Di sisi lain, kinerja investasi Bitcoin menunjukkan perbedaan signifikan bagi investor yang membeli aset kripto tersebut pada hari pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada 2017 dan 2025. Dengan modal US$1.000, investasi yang dilakukan pada pelantikan pertama kini bernilai sekitar US$95.600, sedangkan pembelian pada pelantikan kedua menyusut menjadi sekitar US$838.
Perbedaan tersebut mencerminkan pengaruh waktu pembelian terhadap hasil investasi Bitcoin, terutama karena harga aset kripto tersebut telah mengalami kenaikan signifikan sebelum Trump memulai masa jabatan keduanya.
Pada 20 Januari 2017, saat Trump pertama kali dilantik sebagai Presiden AS, harga Bitcoin berada di kisaran US$895. Dengan modal US$1.000, investor dapat memperoleh sekitar 1,12 Bitcoin.
Baca Juga
Oktober Jadi Ujian Baru Bitcoin, Musim Reli atau Kembali Terkoreksi?
Melansir Coinmarketcapnews, Sabtu (3/10/2026) dengan asumsi harga Bitcoin saat ini sebesar US$85.600, kepemilikan tersebut bernilai sekitar US$95.600. Artinya, investasi awal US$1.000 menghasilkan keuntungan sekitar US$94.600 atau meningkat lebih dari 9.400%.
Perjalanan harga Bitcoin pada awal 2017 juga diwarnai volatilitas. Pada 5 Januari 2017, harga Bitcoin sempat menembus US$1.190 sebelum turun ke bawah US$760 sekitar sepekan kemudian.
Sementara itu, kondisi pasar Bitcoin saat pelantikan kedua Trump pada 20 Januari 2025 berbeda. Harga Bitcoin sempat menembus US$109.000 pada pagi hari sebelum ditutup di kisaran US$102.000.
Dengan modal US$1.000 dan asumsi harga pembelian US$102.000 per Bitcoin, investor memperoleh sekitar 0,0098 Bitcoin. Jika menggunakan harga acuan US$85.600, nilai investasi tersebut menjadi sekitar US$838.
Dengan demikian, investor mengalami penurunan nilai sekitar US$162 atau 16% dari modal awal.
Baca Juga
Harga Bitcoin Berfluktuasi
Perbedaan hasil investasi tersebut tidak terlepas dari perkembangan harga Bitcoin dalam dua periode tersebut. Pada 2017, kapitalisasi pasar Bitcoin masih relatif kecil, yakni sekitar US$14 miliar, sehingga aset tersebut berada pada tahap perkembangan yang berbeda dibandingkan dengan 2025.
Menjelang pelantikan kedua Trump, harga Bitcoin telah meningkat seiring optimisme pasar terhadap prospek kebijakan pemerintah AS yang mendukung industri kripto. Saat berkampanye untuk masa jabatan keduanya, Trump berjanji menjadikan AS sebagai pusat kripto dunia.
Namun, optimisme pasar tidak selalu diikuti kenaikan harga secara berkelanjutan. Pada 25 Februari 2025, harga Bitcoin turun ke bawah US$86.000, atau hampir 20% di bawah rekor di atas US$109.000 yang sempat dicapai pada hari pelantikan.
Bitcoin kemudian kembali mencatatkan rekor tertinggi di kisaran US$126.198 pada Oktober 2025 sebelum mengalami penurunan ke kisaran harga yang pernah tercatat pada Februari 2025.
Perbandingan kedua investasi tersebut menunjukkan bahwa waktu pembelian dapat memengaruhi hasil investasi secara signifikan. Investor yang membeli Bitcoin pada pelantikan pertama Trump menikmati kenaikan nilai yang besar, sedangkan investor yang membeli pada pelantikan kedua menghadapi penurunan nilai berdasarkan harga acuan yang digunakan.
Meski demikian, perbandingan tersebut hanya menggambarkan kinerja investasi pada dua titik waktu tertentu. Hasilnya tidak serta-merta mencerminkan kinerja Bitcoin pada periode berikutnya, mengingat harga aset kripto dapat berubah secara tajam dan dipengaruhi berbagai faktor pasar.
