KISI Catat 96.327 Rekening Efek, Transaksi Obligasi Naik 128%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) mencatat pertumbuhan basis investor dan bisnis obligasi sepanjang 2026. Hingga akhir Agustus 2026, jumlah rekening efek saham KISI mencapai 96.327 rekening, naik 49,2% dibandingkan akhir 2025 yang sebanyak 64.557 rekening.
KISI juga mencatat 31.770 Opening Account (OA) sepanjang Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut setara dengan 2,1% dari sekitar 1,53 juta investor saham baru atau Single Investor Identification (SID) yang tercatat di pasar modal Indonesia pada periode yang sama.
Dari sisi pasar, KISI mencatat market share sebesar 1%. Sementara itu, nilai transaksi obligasi secara kumulatif hingga Agustus 2026 tumbuh 128% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pangsa pasar KISI pada obligasi korporasi perdana juga meningkat menjadi 1,8%.
President Director KISI Kyoung Hun Nam mengatakan perseroan terus memperkuat bisnis ritel sekaligus mengembangkan Investment Banking (IB) untuk menghubungkan modal Korea dengan pasar modal dan proyek infrastruktur Indonesia.
“KISI berperan memperluas basis investor Indonesia sekaligus menghubungkan modal Korea dengan obligasi dan infrastruktur Indonesia,” kata Kyoung Hun dalam siaran pers, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga
Wall Street Tertekan Kenaikan Yield Obligasi AS, Saham Bank Berguguran
Dari sisi layanan ritel, KISI mengembangkan aplikasi iKISI dengan menambahkan fitur AI Sentiment Score yang merangkum pemberitaan terkait saham dan menunjukkan kecenderungan sentimen berdasarkan informasi yang tersedia. KISI juga tengah mengembangkan fitur transaksi obligasi di aplikasi tersebut.
Pilihan produk investasi di iKISI turut diperluas. Saat ini terdapat 91 produk reksa dana dari 15 manajer investasi, termasuk 13 produk baru dari PT Sucorinvest Asset Management yang mencakup kategori pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.
Di bisnis Investment Banking, KISI juga memperluas keterlibatan dalam pembiayaan daerah. Pada Agustus 2026, KISI bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat untuk membahas perannya sebagai penjamin emisi dalam rencana penerbitan Sukuk Daerah pada 2027.
KISI juga memberikan edukasi dan penguatan kapasitas terkait pasar modal serta pengelolaan keuangan kepada aparatur sipil negara dan masyarakat melalui kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah, antara lain di Sumatra Utara, Bangka Belitung, Aceh, dan Kulon Progo.
Sementara itu, KISI mencatat sejumlah transaksi di pasar obligasi dan pembiayaan berbasis keberlanjutan. Sepanjang 2025, KISI menjadi penjamin emisi 51 emisi obligasi dengan total nilai Rp3,38 triliun. Pada Februari 2026, perseroan memperoleh penghargaan Best Local Currency Bond in Indonesia 2025 dari Alpha Southeast Asia.
Baca Juga
HSBC: Pasar Saham Indonesia Tertekan Imbal Hasil Obligasi Tetapi Valuasi Murah
KISI juga menangani tiga penerbitan Kimchi Bond anak usaha APP Group dengan total nilai US$205 juta pada 2020, 2021, dan 2023. Di sektor infrastruktur, KISI menjadi penasihat pengembangan pusat data di Jakarta melalui kerja sama Korea Investment Real Asset Management (KIRA) dan SM+.
Dari sisi kinerja, pendapatan komisi perantara perdagangan saham KISI pada semester I 2026 tumbuh 87% secara tahunan. Pendapatan bunga pembiayaan juga meningkat 39% secara tahunan.
Memasuki semester II, KISI menargetkan menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi korporasi dan Medium Term Notes (MTN) dengan nilai sekitar Rp2 triliun secara bertahap hingga akhir 2026.
