Sabet Investment Manager Awards, Ciptadana Ungkap Racikan Reksa Dana Pasar Uang
JAKARTA, investortrust.id - PT Ciptadana Asset Management meraih penghargaan Investment Manager Awards 2026 kategori pasar uang periode 5 tahun.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Investortrust–Infovesta Investment Manager Awards 2026 yang digelar di Glass House - Habitate Jakarta, Oakwood Suites, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Treasury Executive PT Ciptadana Sekuritas Asia, Min Park menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.
Baca Juga
Raih Investment Manager Awards 2026, KIM Indonesia Optimistis AUM Tumbuh 30% Tahun Ini
"Terima kasih banyak atas pengakuan dan apresiasi ini. Kami merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini. Terima kasih khusus kepada manajer investasi kami (Ciptadana Asset Management), serta seluruh pihak di kantor atas dukungan yang terus diberikan," kata Min Park dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan Investortrust dan Infovesta Utama, Rabu (30/9/2026).
Dia menambahkan, Ciptadana Asset Management akan terus berupaya memberikan kinerja yang kuat dan meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun-tahun mendatang.
"Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk memberikan kinerja yang kuat dan terus meningkatkan kinerja pada tahun-tahun mendatang. Terima kasih," ujar Min Park.
Pada Investment Manager Awards 2026, penghargaan diberikan kepada 42 perusahaan manajer investasi yang membawa pulang 70 penghargaan, termasuk dua penghargaan kategori khusus.
Terpisah, Head of Investment Ciptadana Asset Management Edi Krisdianto membeberkan strategi pengelolaan Reksa Dana Pasar Uang Cipta Dana Cash.
Edi mengatakan, likuiditas menjadi fokus utama dalam pengelolaan produk tersebut, sementara imbal hasil merupakan bonus.
Menurut dia, mengelola kas bukan sekadar memarkir dana, tetapi menjaga keseimbangan antara ketersediaan dana segar dan pertumbuhan nilai di tengah dinamika ekonomi 2026.
Berdasarkan Fund Fact Sheet (FFS) Januari 2026, Cipta Dana Cash mencatatkan imbal hasil sekitar 5% dalam satu tahun terakhir.
Untuk mencapai kinerja tersebut, Ciptadana meracik portofolio dengan komposisi obligasi sebesar 80%, deposito 15%, dan idle cash 5%.
Saat ini, Edi memilih overweight pada obligasi korporasi karena dinilai mampu memberikan imbal hasil lebih menarik dibandingkan deposito, khususnya pada instrumen obligasi jangka pendek di tengah kondisi likuiditas perbankan.
Dari sisi pengelolaan risiko, Ciptadana mengalokasikan dana hanya pada obligasi negara dan korporasi dengan rating minimal A. Sementara itu, deposito ditempatkan pada bank sehat dengan CAMEL score minimal 81.
Ciptadana juga melakukan diversifikasi, memilih instrumen investment grade, serta membandingkan alokasi aset dengan manajer investasi yang lebih berpengalaman guna memitigasi risiko gagal bayar.
Edi juga menyoroti efisiensi pajak sebagai salah satu keunggulan Reksa Dana Pasar Uang. Dikatakan, bunga deposito dikenakan pajak 20%, sedangkan penempatan pada obligasi dalam reksa dana dikenakan pajak 10%.
Memasuki 2026, potensi penurunan suku bunga menjadi salah satu tantangan karena dapat menekan imbal hasil Reksa Dana Pasar Uang. Selain itu, volatilitas akibat pergerakan nilai tukar dan inflasi juga perlu dicermati.
Baca Juga
MAMI Sabet Dua Penghargaan di Investortrust Investment Manager Awards 2026
Edi juga menilai, portofolio Cipta Dana Cash siap menghadapi guncangan, termasuk potensi redemption besar-besaran. Hal tersebut didukung mitigasi rasio likuiditas yang menghasilkan kondisi high liquid, ditopang kualitas aset dan diversifikasi.
"Dengan berinvestasi pada Cipta Dana Cash, likuiditas selalu tersedia dengan tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif dan berkualitas," kata Edi dalam keterangannya, Kamis (5/4/2026) lalu.
