Tahun Ini, OSL Indonesia Bidik 8%-10% Pangsa Konsumen Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – OSL Indonesia menargetkan dapat meraih pangsa 8%-10% dari jumlah konsumen aset kripto di Indonesia pada tahun ini. Target tersebut dipasang di tengah jumlah konsumen kripto nasional yang terus bertambah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen aset kripto telah mencapai 22,93 juta akun per Juli 2026. Dengan basis tersebut, target pangsa 8%-10% setara dengan sekitar 1,83 juta hingga 2,29 juta akun.
President Director OSL Indonesia Ivan Arilito mengatakan, perseroan berharap target pangsa tersebut dapat tercapai pada tahun ini. Menurutnya, target 8%-10% dinilai masih dapat dicapai dengan melihat potensi pasar kripto Indonesia.
“Kalau dibilang kapan bisa tercapainya, kami berharap bisa di tahun ini,” ujarnya kepada Investortrust dalam Peluncuran Kantor Baru OSL Indonesia di 18 Parc SCBD, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Baca Juga
OSL Indonesia Targetkan Pertumbuhan Jangka Panjang di Ekosistem Keuangan Digital
Untuk mengejar target tersebut, OSL Indonesia mengembangkan sejumlah kampanye dan fitur yang ditujukan untuk menarik pengguna, termasuk launch pool. Fitur tersebut memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil selama periode tertentu.
OSL juga membidik segmen pengguna baru yang belum pernah melakukan transaksi aset kripto. Edukasi menjadi salah satu fokus perseroan karena pengguna baru dinilai perlu memahami mekanisme dan karakteristik transaksi aset kripto sebelum menentukan pilihan.
“Selain memang mereka belum pernah melakukan transaksi mengenai kripto, terutama transaksi kripto, jadi mereka harus diedukasi dulu. Itu mungkin jadi PR buat kami juga,” ujar Ivan.
Menurut OSL, edukasi mengenai aset kripto tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pelaku usaha, tetapi juga perlu dilakukan oleh pelaku industri dan lembaga jasa keuangan terkait untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
Baca Juga
OSL Indonesia Gelar Kompetisi Trading Kripto Berhadiah Liburan ke Bali
Selain hadir dengan kantor fisik, OSL Indonesia sambung Ivan juga menghadirkan program Voice of Customer (VoC) bagi pengguna dan komunitas OSL Indonesia. Ini merupakan rangkaian komitmen jangka panjang kami di pasar aset digital Indonesia,” jelas Ivan.
Melalui program Voice of Customer (VoC), pengguna dapat menyampaikan masukan, kritik, dan saran yang menjadi referensi bagi pengembangan produk. OSL Indonesia juga menghadirkan Market Buzz yang menyajikan berita dan informasi pasar secara real time.
Ivan mengatakan, pengembangan OSL Indonesia ke depan akan berfokus pada platform berbasis kebutuhan pengguna, manajemen risiko, serta proses operasional yang mengikuti perkembangan regulasi di Indonesia.
“Pertumbuhan industri aset digital perlu dibangun di atas kepercayaan, kepatuhan, edukasi, dan inovasi. Kami optimistis terhadap potensi pasar Indonesia dan akan terus mengambil pendekatan jangka panjang sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia,” tambah Ivan.
Untuk menjawab kebutuhan pengguna yang beragam, OSL Indonesia mengembangkan sejumlah layanan, antara lain Quick Buy/Sell untuk transaksi spot, Auto Invest melalui strategi dollar cost averaging (DCA) bagi investor jangka panjang, serta OSL Elite untuk pengguna dengan kebutuhan transaksi dan layanan yang lebih besar.
OSL Indonesia juga mengingatkan pengguna untuk melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum bertransaksi, termasuk memahami karakteristik, mekanisme, dan dokumentasi masing-masing aset digital. Perseroan menyatakan setiap aset memiliki profil risiko yang berbeda, termasuk risiko fluktuasi harga, kehilangan modal, likuiditas, teknologi, dan perubahan regulasi.
