Pengendali Edwin Soeryadjaya Gencar Tambah Saham Saratoga (SRTG), Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Pengendali sekaligus Komisaris Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya, menambah kepemilikan saham di perseroan sebanyak 784.100 saham melalui transaksi pembelian tidak langsung. Dirinya menggelontorkan dana sebanyak Rp 1,4 miliar.
Edwin Soeryadjaya melakukan transaksi pembelian saham SRTG dalam dua tahap, yakni pada 22 September 2026 dan 23 September 2026. Pada 22 September 2026, membeli secara tidak langsung sebanyak 330.000 saham biasa SRTG dengan harga transaksi Rp 1.779 per saham. Selanjutnya, pada 23 September 2026, membeli secara tidak langsung sebanyak 454.100 saham biasa dengan harga Rp 1.791 per saham.
Baca Juga
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.916 per Dolar AS, BI Beri Penjelasan
Dengan tambahan tersebut, jumlah saham SRTG yang dimiliki Edwin Soeryadjaya meningkat dari 4,877 miliar saham. Kepemilikan hak suara Edwin di SRTG juga meningkat dari 35,9503% sebelum transaksi menjadi 35,9561% setelah transaksi.
Sedangkan berdasarkan data, Edwin terpantau getol menambah saham SRTG. Aksi penambahan saham perdana dilakukan 2-3 September dengan membeli sebanyak 2,25 juta saham dengan rentang harga Rp 1.802-1.823. Sepanjang 2-23 September, Edwin telah membeli sebanyak 9,87 juta saham SRTG.
Baca Juga
Sebelumnya, Saratoga Investama (SRTG) mencatat Nilai Aset Bersih (NAB) sebesar Rp 53,99 triliun pada semester I-2025. Nilai tersebut hampir sama dengan NAB yang dicatatakan pada akhir 2024 mencapai Rp 53,9 triliun.
Perseroan juga berhasil membalikkan posisi dari rugi bersih semester I-2024 senilai Rp 446,39 miliar menjadi laba bersih mencapai Rp 102,01 miliar pada semester I-2025. Kinerja positif ini ditopang kenaikan valuasi portofolio utama, seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, pencapaian itu menunjukkan pertumbuhan kuartalan yang solid. Hal ini didorong oleh kontribusi kuat dari saham-saham perusahaan portofolio utama, seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
