Bidik Ekspansi USDC di Negara Berkembang, Binance Suntik Rp 1,78 Triliun ke Circle
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Binance memperkuat kemitraan strategis dengan Circle Internet Group Inc (NYSE: CRCL) melalui investasi ekuitas senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,78 triliun. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas penggunaan stablecoin USDC, terutama di pasar negara berkembang.
Co-CEO Binance Richard Teng mengungkapkan, investasi tersebut mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap perkembangan bisnis Circle dan ekosistem stablecoin.
“Circle telah membuktikan diri sebagai salah satu penerbit stablecoin paling kredibel di dunia-mulai dari USDC, Arc, hingga infrastruktur yang mengubah cara nilai berpindah lintas negara,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga
Presiden Bank Sentral Eropa Minta PM Yunani Halangi Lisensi Binance di Uni Eropa, Ada Apa?
Kesepakatan tersebut berlaku selama lima tahun. Melalui kerja sama ini, Binance akan mendorong adopsi USDC di berbagai platform globalnya, sementara Circle akan menyediakan infrastruktur yang mendukung kepemilikan serta penggunaan USDC oleh pengguna Binance.
Dalam transaksi itu Binance membeli saham Class A Circle senilai US$ 100 juta melalui private placement. Harga pembelian saham tersebut mendapatkan diskon 5% dibandingkan harga pasar saham CRCL menjelang penyelesaian transaksi.
Menurut Richard, investasi US$ 100 juta merupakan bagian dari upaya Binance mendukung perkembangan ekonomi digital yang lebih inklusif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan regulasi. Binance juga melihat peluang untuk memperluas akses terhadap dolar digital melalui USDC, termasuk bagi pengguna di negara-negara berkembang.
Baca Juga
Duo Exchange Kripto BitMEX dan BitMart Tutup, Pendiri Binance Beri Respons Berikut
Sementara itu, Co-founder, Chairman, dan CEO Circle Jeremy Allaire mengatakan, kemitraan dengan Binance membuka peluang lebih luas bagi pemanfaatan USDC di berbagai produk dan layanan keuangan digital. Skala Binance sebagai salah satu platform aset digital terbesar di dunia membantu memperluas penggunaan stablecoin berbasis dolar tersebut.
“Ke depan, kami melihat banyak peluang untuk memanfaatkan USDC guna memperluas akses terhadap dolar, mendukung produk tabungan dan investasi digital yang inovatif, serta menjangkau lebih banyak individu dan pelaku bisnis di pasar negara berkembang,” katanya.
