Empat Saham Bank Papan Atas Melesat Dimotori BMRI Pekan ini
JAKARTA, investortrust.id – Empat saham bank papan atas ini berhasil menorehkan lompatan harga ke level tertinggi baru sepanjang masa. Lompatan tersebut juga berimbas terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Buras Efek Indonesia (BEI) hingga ukir all time high (ATH).
Berdasarkan data BEI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil melesat pekan ini dari level Rp 9.400 menjadi Rp 9.575. Level penutupan tersebut menjadi harga penutupan tertinggi perseroan sepanjang masa.
Baca Juga
Bertumbuh, PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp 31,67 Triliun di 2023
Begitu juga dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil mencatatkan lompatan harga pekan ini dari level Rp 5.725 ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa Rp 5.750.
Kondisi serupa dicatatkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kenaikan pekan ini mencapai 6,19% dari Rp 6.050 ke level tertinggi barunya Rp 6.425. Sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melesat 3,75% dari Rp 5.375 menjadi Rp 5.575, bahkan BBNI sempat ditutup di level Rp 5.600 sehari sebelumnya.
Berdasarkan data BEI, keempat saham bank papan atas ini masuk daftar 10 saham penyumbang terbesar penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini. Saham BMRI tercatat sebagai penyumbang terbesar mencapi 34,22 poin, saham BBCA menyumbang 15,14 poin, saham BBNI sebanyak 7,27 poin, dan terakhir saham BBRI dengan kontribusi 2,91 poin.
Baca Juga
Diputuskan 12 Februari, Petrindo Jaya (CUAN) Ungkap Nilai Akuisisi 34% Saham Petrosea (PTRO)
Sebagaimana diketahui, IHSG melesat sebanyak 77,82 poin (1,07%) menjadi 7.350,61. Sedangkan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) jumbo hingga Rp 2,87 triliun sepanjang pekan ini.
Berdasarkan data, BBCA tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar hingga pekan ini bernilai Rp 1.169 triliun, market cap BBRI mencapai Rp 863 triliun atau menempati urutan tiga, market cap BMRI senilai Rp 594 triliun atau urutan kelima, dan saham BBNI dengan market cap urutan ke sepuluh Rp 206 triliun.

