IHSG Sempat Ambruk 2,5%, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Bikin Pasar Berbalik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/9/2026), akhirnya ditutup turun tipis sebanyak 6,69 poin (0,10%) menjadi 6.534 dengan nilai transaksi Rp 17,04 triliun. Hal ini berbanding terbalik dengan awal sesi II dengan penurunan lebih dari 165 poin atau 2,5%.
Pembalik IHSG dari kejatuhan signifikan ke pelemahan tipis terdorong reaksi positif pasar terhadap pelantikan Suahasil Nazara sebagai menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelumnya Suahasil menjabat sebagai wakil menteri keuangan.
Baca Juga
Purbaya Kena Reshuffle, Prabowo Lantik Suahasil sebagai Menkeu
Pergerakan indeks dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti energi melemah 1,65%, material dasar 1,41%, konsumer primer 1,19%, kesehatan 2,95%, property 0,56%, infrastruktur 1,45%, teknologi 0,77%, transportasi 0,85%, property 0,56%, konsumer non primer 0,04%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan 0,55% dan industry 0,45%.
Tekanan indeks hari ini juga dipicu atas kejatuhan saham big cap, seperti BYAN anjlok 10,12%, EMAS jatuh 12%, BREN anjlok 4,01%. Penurunan IHSG juga dipengaruhi atas penurunan DATA, CBDK, RLCO, INTP, BALI, hingga RATU.
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SEMA naik 34,93% menjadi Rp 197, LAPD naik 34,78% menjadi Rp 93, FORU naik 25% menjadi Rp 4.650, ALKA naik 25% menjadi Rp 6.225, dan AGAR melesat 24,55% menjadi Rp 2.410.
Baca Juga
Menteri Ara: 652 Rumah Tidak Layak Huni di Menteng dan Johar Baru Rampung Direnovasi
IHSG BEI sepanjang pekan lalu catatkan penurunan sebanyak 1,43%, dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap berikut. Di antaranya saham BBCA melemah 5,6%, BYAN turun 10,51%, BBRI melemah 3,54%, DSSA melemah 6,78%, BBNI turun 4,82%, dan BRMS melemah 5,59%.
Tekanan IHSG dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 3,14%, consumerprimer 3,17%, property 2,62%, keuangan 1,54%, infrastruktur 1,33%, dan consumer primer 1,32%. Adapun sektor saham dengan kenaikan pekan ini adalah industry, kesehatan, material dasar, dan transportasi.
Investor asing juga mencatatkan penjualan (net sell) saham mencapai Rp 3,36 triliun sepanjang pekan ini, berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan torehan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,30 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 1,48 triliun, VICI senilai Rp 1,24 triliun melalui pasar negosiasi, TPIA mencapai Rp 356,30 miliar, CPIN senilai Rp 355,82 miliar, dan ISAT sebanyak Rp 293,61 miliar.
