Tegaskan Kepercayaan Fundamental, Pollux Hotels (POLI) Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI), perusahaan di sektor hospitality dan properti, mempertahankan peringkat idAAA atau triple A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 Seri A dan Seri B. Peringkat tertinggi tersebut berlaku untuk periode pemantauan 7 Juli 2026 hingga 1 Juli 2027 dan mencerminkan kemampuan penerbit memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang.
Baca Juga
Pollux Hotels (POLI) Optimistis Okupansi Hotel & Mal Melonjak pada Libur Nataru Ini
Presiden Direktur Pollux Hotels Group Handojo Koentoro Setyadi mengatakan, pemertahanan peringkat idAAA menjadi pencapaian penting perusahaan. “Peringkat ini mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental dan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja serta memenuhi kewajiban finansial secara konsisten,” ujar Handojo dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (13/7/2026).
Pefindo menetapkan peringkat tersebut untuk obligasi Pollux Hotels Group yang memiliki total nilai Rp 500 miliar. Instrumen tersebut terbagi dalam dua seri dengan tingkat bunga tetap dan tenor yang berbeda. Obligasi Seri A memiliki nilai pokok Rp 55 miliar, tingkat bunga tetap 5,85% per tahun, dan tenor tiga tahun. Sementara itu, Seri B memiliki nilai pokok Rp445 miliar, tingkat bunga tetap 6,25% per tahun, dan tenor lima tahun.
Pemertahanan peringkat tersebut menjadi salah satu indikator kepercayaan terhadap kualitas dan fundamental Pollux Hotels Group, yang terus mengembangkan bisnis.
Baca Juga
Pollux (POLI) Gandeng Marriott, Bisnis Hotel Indonesia Makin Ramai
“Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dan menjalankan pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” kata Handojo.
Ke depan, Pollux Hotels Group akan menjaga kualitas kinerja dan tata kelola perusahaan sekaligus memperkuat strategi pertumbuhan yang berorientasi pada keberlanjutan. Perusahaan juga akan melanjutkan upaya memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan melalui pengelolaan bisnis dan kewajiban finansial.
