Bitcoin Tembus US$ 47.000 untuk Pertama Kalinya Sejak 2022
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin menembus harga tertinggi ke level US$47.000 pada pekan ini. Pencapaian ini untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.
Mengutip CNBC, pada Jumat (9/2/2024) aset kripto unggulan naik lebih dari 4% menjadi US$ 47.307. Menurut Coin Metrics, harga ini tidak terlihat sejak Maret 2022. Adapun harga Ethereum (ETH) naik 3% menjadi US$2.511,75.
Sementara itu, volume dan sentimen perdagangan Bitcoin telah ditekan selama dua minggu terakhir, karena investor khawatir adanya arus keluar besar dari Grayscale Bitcoin ETF serta kemunduran yang lebih dalam diperkirakan harganya lebih tinggi tahun ini. Namun demikian, Bitcoin meningkat 10% pada pekan ini, sementara Ethereum berada di jalur untuk kenaikan 9%.
Baca Juga
Sentimen positif ini tampaknya akan kembali sekarang karena arus keluar Grayscale Bitcoin Trust(GBTC) telah melambat. Selain itu, momentum dari S&P 500 secara singkat menyentuh 5.000 pada hari Kamis kemarin untuk pertama kalinya dapat meluas ke aset kripto.
CEO dan kepala investasi di Defiance ETFs, Sylvia Jablonski mengatakan harga bitcoin baru-baru ini bisa dikaitkan ke arah ETF spot, serta prospek halving.
"Apresiasi harga bitcoin baru-baru ini dapat dikaitkan dengan arus masuk ke ETF spot, prospek halving di tikungan, yang cenderung menghasilkan optimisme dari investor karena harga sering melonjak setelahnya, dan momentum pasar umum," tuturnya.
Baca Juga
Simak! 3 Aset Kripto Ini Berpotensi Cuan Hingga 10 Kali Lipat
Kemudia, kata Sylivia, di masa lalu terdapat paralel antara bitcoin dan saham teknologi. “Tingkat yang lebih rendah, inflasi yang jatuh, pertumbuhan pendapatan dan indeks seperti S&P 500 yang mencapai level terobosan tentu saja meningkatkan sentimen risiko untuk kelas aset,” ujarnya.

