Prospek Emas hingga Hilirisasi Menguat, Saham Antam (ANTM) Layak Dibeli dengan Target Harga Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengindikasikan tren kenaikan harga, seiring dengan peluang kinerja keuangan lanjutkan peningkatan terdorong harga logam yang kuat. Perseroan juga terdorong lonjakan kinerja operasional pada kuartal II-2026.
Analis KB Valbury Sekuritas Ashalia Fitri Yuliana mengatakan, sejumlah factor tersebut menjadikan saham ANTM layak untuk dipertahankan beli dengan target harga Rp 4.000 per saham. Target harga tersebut mengimplikasikan potensi kenaikan (upside) lebih dari 26%.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Kembali Berkilau di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah
Secara valuasi, target harga Rp 4.000 mencerminkan forward price-to-earnings (P/E) sebesar 9,5 kali, yang berada sedikit di bawah rata-rata 5 tahunnya (-0,8 Standard Deviation). Saat ini, saham ANTM diperdagangkan pada valuasi yang sangat menarik, yakni di tingkat P/E 8,6x dan EV/EBITDA 5,9x untuk proyeksi tahun 2026.
KB Valbury menyebutkan bahwa rekomendasi beli tersebut juga didukung sejumlah katalis utama, yaitu prospek kinerja keuangannya yang sangat solid (compelling) untuk tahun penuh 2026. Ekspektasi ini didukung oleh asumsi rata-rata harga emas global di level US$ 4.400/oz dan nikel di US$ 17.450/ton.
Laba Bersih ANTM diproyeksikan melonjak 23,1% Year-on-Year (YoY) mencapai Rp 8,9 triliun tahun ini. Hal ini sejalan dengan Earnings Per Share (EPS) yang diproyeksikan naik menjadi Rp369,3 dibandingkan Rp 300,0 pada tahun 2025. Sedangkan pendapatan diprediksi tumbuh +18,0% YoY menjadi Rp 99,8 triliun, mengalahkan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp 84,6 triliun.
Hingga semester I-2026, ANTM mencetak pendapatan diprediksi Rp 60,4 triliun berkat tingginya volume ekspor feronikel dan kuatnya harga rata-rata penjualan (ASP) emas. Laba kotor diperkirakan menembus Rp17,5 triliun dengan margin yang meningkat ke 17,5% (naik dari 16,2% di FY25). Sementara itu, EBITDA diproyeksikan mencapai Rp12,1 triliun dengan margin EBITDA yang menguat menjadi 12,2% (dibandingkan 10,9% di FY25).
Baca Juga
Perusahaan Milik UGM Swayasa Prakasa (SWAP) IPO Saham, Incar Dana Rp 45,22 Miliar
Pertumbuhan kinerja keuangan ANTM tidak hanya ditopang oleh harga komoditas yang tangguh, tetapi juga oleh tonggak sejarah hilirisasi (downstreaming). Tiga mesin pertumbuhan utama meliputi kuatnya harga emas dan rencana pemurnian logam mulia di JIIPE, peningkatan kapasitas alumina melalui pabrik SGAR Mempawah, dan akselerasi ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) bersama CATL dan Huayou Cobalt.
Namun, investor tetap disarankan untuk memperhatikan beberapa risiko utama (Key Risks) yang dapat memengaruhi kinerja keuangan dan pergerakan saham ke depan, seperti koreksi harga rata-rata penjualan (ASP) emas, kendala pada kuota RKAB nikel, serta potensi penundaan dalam proyek hilirisasi perusahaan.

