IHSG Dibuka Lanjut Rebound 0,39%, Seluruh Sektor Saham Naik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/8/2026), dibuka lanjutkan rebound dengan kenaikan 22,49 poin (0,39%) menjadi 6.524. Penguatan sejalan dengan kenaikan mayoritas saham Asia dan kenaikan nilai tukar Rupiah.
Kenaikan tersebut juga ditopang berlanjunya kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, energi, industry, consumer primer, consumer non primer,keuangan, property, infrastruktur, hingga transportasi.
Baca Juga
Ekspansi Bisnis Otomotif, Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia
Adapun saham dengan kenaikan harga pesat di awal perdagangan, yaitu ALKA naik 23,88% menjadi Rp 4.980, PDPP naik 23,23% menjadi Rp 382, dan COIN melesat 13,64% menjadi Rp 1.000. Kenaikan juga melanda saham TRUK dan JARR.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 107 poin (1,68%) ke level tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir ke 6.501. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 680,46 miliar terbanyak saham AMMN senilai Rp 408,08 miliar.
Baca Juga
Eagle High Plantations (BWPT) Bersiap Alihkan 402,92 Juta Saham Hasil Buyback
Kenaikan ini terdorong lompatan seluruh sektor saham, khususnya sektor material dasar 3,46%, industry naik 2,15%, consumer primer naik 2,16%, consumer non primer 1,98%, keuangan 1,49%, teknologi 1,44%, sektor energi 1,26%, kesehatan 0,98%, transportasi 0,64%, dan infrastruktur 0,17%.
Lompatan harga tersebut juga disumbangkan penguatan pesat saham big cap, seperti AMMN, MLPT, HRTA, INDY, BRMS, ARCI. Kenaikan pesat juga melanda saham MORA, CIBDK, ANTM hingga BYAN.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TRUK menguat 25% menjadi Rp 775, ALKA naik 24,84% menjadi Rp 4.020, JARR menguat 24,79% menjadi Rp 2.970, COIN naik 24,82% menjadi Rp 880, dan FUJI menguat 24,62% menjadi Rp 324. Lompatan juga melanda saham BRRC sebanyak 31,25% menjadi Rp 84 dan KIJA naik 24,85% menjadi Rp 206.

