Diversifikasi Bisnis Mulai Berbuah, Target Harga Saham Erajaya (ERAA) Direvisi Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) direvisi naik menjadi Rp 580 per saham dengan rekomendasi dipertahan beli. Revisi naik tersebut mempertimbangkan kuatnya kinerja keuangan semester I-2026 dan mulai berkontribusinya diversifikasi bisnis.
Analis MNC Sekuritas Catherine Florencia M dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa ERAA berhasil membukukan kinerja yang solid pada semester I-2026. Laba perseroan meningkat 38% menjadi Rp 784 miliar atau telah mencapai 60,5% dari estimasi MNCI Sekuritas dan 59,8% dari konsensus.
Pendapatan ERAA juga tumbuh 22,4% menjadi Rp 42,9 triliun. Angka tersebut setara dengan 53,6% dari estimasi MNC Sekuritas dan 54,9% dari konsensus. Sementara itu, laba kotor meningkat 21% YoY menjadi Rp 4,8 triliun dengan gross profit margin (GPM) relatif stabil di 11,2%, dibandingkan 11,3% pada 1H25.
Baca Juga
Heboh Rumor Haji Isam Beli 62% Saham Bayan (BYAN), Ini Kata Pengamat
Namun memasuki kuartal II-2026, ERAA mulai memasuki normalisasi dengan pendapatan mencapai Rp 20,5 triliun, tumbuh 6,9% YoY atau turun 8,6% secara kuartalan. Laba bersih mencapai Rp 331,3 miliar, turun 9,2% YoY dan 26,8% QoQ.
“Normalisasi tersebut sejalan dengan tingginya basis perbandingan pada kuartal II-2025 yang didorong peluncuran iPhone 16 disertai dengan belanja pascaperayaan yang lebih lunak. Meski demikian, permintaan dasar dinilai tetap resilien,” tulisnya.
Kotribusi Diversifikasi Bisnis
Di luar bisnis handset, MNC Sekuritas menyebutkan, ERAA menunjukkan perkembangan dalam diversifikasi portofolio. Segmen cellular phones & tablets masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 75,6% dari total penjualan. Penjualan segmen ini mencapai Rp 32,5 triliun, tumbuh 16,7% YoY.
Sementara itu, produk active & lifestyle melonjak 244,7% YoY menjadi Rp 1,7 triliun. Penjualan computer & electronic devices meningkat 80,6% YoY menjadi Rp 2,4 triliun. Sedangkan accessories & others tumbuh 23,4% YoY menjadi Rp 6,3 triliun. “Kami menilai diversifikasi ERAA ke active lifestyle serta food & nourishment semakin mendukung kualitas margin perseroan,” ungkapnya.
Baca Juga
BEI Suspensi Saham BEEF, YPAS, DOOH, dan AGAR, Sebaliknya BAJA Dibuka Kembali Hari Ini
Perseroan juga berhasil menambah 173 gerai secara neto, sehingga total jaringan ritel mencapai 2.506 gerai per Juni 2026. ERAA juga memperkuat bisnis food & nourishment melalui pembentukan usaha patungan antara PT Era Boga Nusantara (EBN), anak usaha ERAA, dan Oriental Coffee International Sdn. Bhd.
Langkah tersebut, terang MNC Sekuritas, melanjutkan strategi ERAA untuk memperluas portofolio food & nourishment di luar Grand Lucky, CHAGEE, Paris Baguette, dan Bacha Coffee.
Tantangan Siklus Ritel
MNC Sekuirtas memperkirakan perseroan masih menghadapi tantangan musiman sesuai siklus ritel kuartal III-2026. “Hanya saja pemulihan secara kuartalan berpotensi didukung sejumlah kegiatan promosi seperti Erajaya Group Gadget Fair, iBox Anniversary, Urban Republic Shopping Festival, dan Erafone Festival,” terangnya.
Adapun kinerja kuartal IV-2026 diperkirakan mendapat dukungan kuat dari peluncuran produk baru serta permintaan pada periode akhir tahun. Perbaikan bauran produk, penurunan intensitas perang harga, serta meningkatnya kontribusi bisnis lifestyle dinilai dapat mendukung profil margin ERAA lebih kuat.
Baca Juga
Oxala Energi (PIPA) Kejar Akuisisi, Bidik Sumber Pertumbuhan Baru dari Bisnis Gas
“Meski demikian pemodal diminta untuk mewaspadai potensi tekanan gross margin akibat kenaikan biaya memory chip dan kendala pasokan. Risiko tersebut dapat meningkat, apabila kenaikan harga tidak sepenuhnya dapat diteruskan kepada konsumen di tengah belanja diskresioner yang selektif,” terangnya.
Hal ini mendorong saham ERAA layak direvisi naik menjadi Rp 580 dengan rekomendasi beli. Target tersebut mengimplikasikan valuasi PE/PBV masing-masing 7,1x/0,8x untuk tahun 2026 dan 6,4x/0,8x untuk tahun 2027. ERAA layak jadi pilihan didukung eksposurnya terhadap konsumen kelas menengah-atas dan kategori smartphone premium, yang didukung pertumbuhan ASP, perbaikan bauran margin dari active lifestyle dan food & nourishment, serta monetisasi ekosistem omnichannel yang lebih kuat.

