IHSG Naik di Atas 1% Dua Hari Beruntun, Benarkah Tren Bullish Sudah Dimulai?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan pesat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa hari perdagangan terakhir belum bisa menunjukkan terbentuknya tren bullish secara penuh. Penguatan ini masih perlu dikonfirmasi oleh pergerakan yang lebih konsisten, volume transaksi yang sehat, dan aliran dana asing yang semakin positif.
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, penguatan IHSG setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR pada pekan lalu belum sepenuhnya mencerminkan perubahan sentimen pasar secara fundamental.
Menurut Rully, kenaikan IHSG pada perdagangan pekan lalu lebih banyak ditopang oleh sejumlah saham tertentu, terutama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sehingga belum sepenuhnya sejalan dengan pergerakan saham-saham dengan fundamental kuat.
Baca Juga
"Jadi, reaksi market kemarin itu, yang terutama kalau kita lihat dari kenaikan IHSG kemarin, kalau tidak salah itu yang menjadi top leading adalah saham BYAN," kata Rully usai acara Media Day Agustus 2026 di Kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Saat saham BYAN dan VKTR naik pesat, saham-saham dengan fundamental kuat yang relative, seperti ASII dan BBCA, malah terkoreksi. Kondisi tersebut menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam mencermati pergerakan pasar dan tidak sekadar mengikuti momentum kenaikan saham tertentu. "Ya kayaknya masih ini lah, kalau dari market masih wait and see. Jadi lebih penting kita lihat fundamentalnya aja," imbuhnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG akhir pekan lalu atau Jumat (14/8/2026) ditutup menguat 100,12 poin atau 1,59% ke level 6.401. IHSG bergerak pada rentang 6.267-6.401 dengan nilai transaksi mencapai Rp10,82 triliun. Penguatan tersebut terjadi setelah pasar merespons positif pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR pada pekan lalu.
Baca Juga
OJK Masih Dalami Implementasi Asuransi Kredit untuk Fintech Lending
Di tengah penguatan IHSG tersebut, aliran dana asing di pasar saham masih menjadi perhatian. Tercatat net sell investor asing mencapai Rp72,8 triliun sejak awal tahun (year to date/ytd).
Tren positif IHSG berlanjut pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Mengacu data BEI, hingga pukul 14.00 WIB, IHSG menguat 71 poin atau 1,11% ke level 6.472,94. Nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp9,3 triliun.
Technical Rebound
Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama mengatakan, penguatan IHSG lebih dari 1% pada perdagangan hari ini didorong kombinasi technical rebound, membaiknya sentimen pasar, serta penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
“Menurut saya, kenaikan IHSG hari ini lebih dari 1% didorong kombinasi technical rebound, membaiknya market sentiment, serta penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor energi," kata Elandry kepada investortrust.id, Selasa (18/8/2026).
Selain itu, Elandry menilai meredanya sebagian ketidakpastian terkait MSCI turut memberikan ruang bagi investor untuk meningkatkan risk appetite di pasar saham domestik.
Baca Juga
OJK Siapkan Dua Peraturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang Beroperasi 1 Januari 2027
Meski demikian, Elandry menilai penguatan IHSG saat ini belum cukup untuk disebut sebagai awal dari tren kebangkitan pasar secara penuh. “Untuk disebut sudah masuk tren kebangkitan, menurut saya masih terlalu dini, karena kenaikan ini masih perlu dikonfirmasi dengan penguatan yang lebih konsisten, volume transaksi yang sehat, serta capital flow yang semakin positif," terang dia.
Ia melihat kondisi pasar saat ini lebih tepat disebut sebagai fase pemulihan yang mulai terbentuk. Apabila penguatan terus berlanjut dan mulai merata ke berbagai sektor, peluang terbentuknya tren kenaikan yang lebih berkelanjutan akan semakin terbuka. “Jadi untuk saat ini saya melihatnya sebagai fase recovery/rebound yang mulai terbentuk. Jika penguatan berlanjut dan semakin merata ke berbagai sektor, peluang masuk ke uptrend yang lebih sustainable akan semakin besar," tandas dia.

