Pasar Kripto Besar, Indonesia Dinilai Berpeluang Jadi Liquidity Hub Regional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia dinilai berpeluang memperkuat posisinya sebagai liquidity hub aset kripto di Asia Tenggara seiring besarnya aktivitas pasar domestik dan meningkatnya ketertarikan proyek blockchain global terhadap pasar Indonesia.
Vice President of Business Development INDODAX James Eugene mengatakan peluang tersebut perlu diikuti penguatan ekosistem, terutama dari sisi builders, likuiditas, serta kepastian regulasi.
Menurut James, tingginya aktivitas pasar aset kripto domestik menjadi salah satu modal bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar dalam ekosistem aset digital regional.
“Mereka (proyek global) melihat Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar dan likuiditas yang kuat. Namun, likuiditas sendiri jauh lebih kompleks karena melibatkan banyak aktor, sehingga diperlukan sinergi untuk mengembangkan produk dan ekosistem bersama,” ujar James dalam panel diskusi Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026, dikutip Minggu (16/8/2026).
Baca Juga
Fatwa Kripto Ditunggu, Industri Minta DSN MUI Tak Generalisasi Halal-Haram
Dia mengatakan pengembangan pasar kripto perlu tetap memperhatikan aspek regulasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, pelaku industri perlu menemukan keseimbangan antara kebutuhan pasar, inovasi, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
“Yang perlu dilakukan adalah menemukan sweet spot antara regulasi dan inovasi. Kita mencoba mendorong likuiditas, terutama di Indonesia, tetapi tentu saja kita juga harus memperhatikan regulasi. Perlindungan konsumen benar-benar menjadi salah satu hal terbesar yang harus diperhatikan,” jelasnya.
James menyebut terdapat dua aspek utama yang perlu diperkuat agar Indonesia dapat berkembang menjadi crypto hub di kawasan. Pertama, meningkatkan jumlah builders yang mampu membangun produk dan infrastruktur berstandar global.
Kedua, memperkuat likuiditas yang dapat menghubungkan proyek blockchain, exchange, investor, dan berbagai komponen ekosistem aset digital. Peran venture capital juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan industri.
“Kita membutuhkan lebih banyak builders. Yang kedua selalu mengenai likuiditas. Likuiditas dibutuhkan oleh proyek, exchange, dan seluruh rails dalam ekosistem blockchain. Venture capital juga memiliki peran penting untuk mendukung pertumbuhan pasar secara keseluruhan,” ujarnya.
Baca Juga
Bahas Regulasi hingga Isu Pajak Kripto, OJK Dorong Kolaborasi Bareng Industri
Selain penguatan ekosistem, kepastian regulasi dinilai menjadi faktor penting untuk menarik institusi dan perusahaan global masuk ke Indonesia. Menurut James, kejelasan arah regulasi dan infrastruktur hukum menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha asing ketika menentukan lokasi pengembangan bisnis.
“Yang penting adalah kepastian mengenai bagaimana regulasi dan infrastruktur hukum akan berjalan ke depan. Bagi institusi atau perusahaan asing, hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika menentukan apakah mereka ingin membangun bisnis di Indonesia,” kata James.
Dia menambahkan, pengembangan ekosistem juga perlu diarahkan pada terciptanya produk dan infrastruktur yang dapat digunakan secara global. Pada saat yang sama, kondisi pasar harus mampu mendukung pertumbuhan likuiditas dari sisi supply maupun demand.
Dengan penguatan builders, likuiditas, dan kepastian regulasi, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk berkembang dari sekadar pasar pengguna aset digital menjadi salah satu pusat ekosistem aset kripto regional yang mampu menarik proyek, modal, dan inovasi global.

