BEI Proyeksi ‘Outflow’ Asing Rp 3 Triliun akibat Evaluasi MSCI Agustus 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksi arus keluar dana asing (capital outflow) dari pasar modal Indonesia mencapai Rp 3 triliun atau sekitar US$ 168,6 juta pascapengumuman evaluasi terbaru MSCI pada Agustus 2026.
“Tetapi (proyeksi kami) nggak seberapa besar sih (dibandingkan dampak rebalancing MSCI sebelumnya) karena sudah habis-habisan kemarin (sebelumnya). Mungkin Rp 1 triliun sampai Rp 2 triliun, Rp 1 - 3 triliun lah,” ujar Direktur Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan BEI, Irvan Susandy usai membuka Peluncuran UI GreenMetric di Main Hall Gedung BEI, Jumat (14/8/2026).
Sebagai gambaran, Irvan membandingkan total outflow yang terjadi di pasar modal Indonesia akibat rebalancing MSCI sebelumnya, di kisaran US$ 1,6 miliar atau Rp 28 triliun. Karena itu, prediksi outflow kali ini dianggap terbilang kecil dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Baca Juga
Irvan menegaskan, proyeksi total outflow akan didorong aksi jual oleh investor asing, meski investor domestik terlihat ikut mencetak outflow usai evaluasi terbaru MSCI diumumkan pada 13 Agustus 2026 waktu Indonesia.
Total arus keluar dana asing yang diperkirakan BEI akan mencakup periode penjualan saham pada 13-31 Agustus 2026 waktu Indonesia. Pasalnya, terdapat beberapa investor yang sudah mencicil jual sejak 13 Agustus 2026.
“Tetapi sebagian besar, terutama passive fund akan melakukan transaksinya di tanggal 31 Agustus (setelah perdagangan 31 Agustus 2026 waktu Indonesia), di hari terakhir rebalancing. Hampir semua begitu,” tutur dia.
Irvan menjelaskan, prediksi nilai foreign outflow mempertimbangkan perubahan bobot sejumlah saham dalam indeks MSCI, termasuk potensi keluarnya beberapa saham dari indeks. Besaran outflow dihitung berdasarkan perubahan bobot saham serta estimasi dana atau fund yang berinvestasi pada saham-saham tersebut.
Dia menambahkan, salah satu saham yang diperkirakan menjadi penyumbang signifikan terhadap potensi arus keluar dana asing adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Baca Juga
Cuma 9 Saham Indonesia Bertahan di MSCI Global Standard, Ini Daftarnya
“Most likely yang keluar ini GOTO ya. Misal ada prediksi sekuritas tuh soal outflow Rp 1 triliun, mungkin GOTO bisa separuhnya. Mungkin ya,” tandas Irvan.
Namun, menurut Irvan Susandy, angka tersebut masih merupakan perkiraan dan belum didukung perhitungan final dari perusahaan sekuritas atau analis.
Sementara itu, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang mengalami perubahan posisi dalam indeks juga berpotensi mengalami pengurangan kepemilikan asing, meski diperkirakan tidak sebesar GOTO.

