Soal Demutualisasi BEI, Danantara Ungkap Pertimbangan Porsi Kepemilikan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menilai rencana investasi dalam rangka demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan turut mempertimbangkan valuasi serta persentase kepemilikan yang diperoleh.
Managing Director Finance Danantara Investment Management (DIM) Djamal Attamimi mengatakan, pembahasan mengenai kepemilikan tersebut nantinya akan bergantung pada valuasi BEI dalam proses demutualisasi.
“Itu kan tentunya nanti tergantung juga dari valuasi dan persentase kepemilikannya. Tapi kita melihat objektif utamanya itu adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kapitalisasi pasar terutama dibandingkan dengan produk domestik bruto,” kata Djamal saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (13/8/2026).
Menurut dia, peningkatan kapitalisasi pasar menjadi salah satu potensi yang dapat didorong melalui proses tersebut. Saat ini, kapitalisasi pasar Indonesia masih berada pada kisaran 50%-60% terhadap GDP. Sementara itu, Djamal membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah negara lain yang memiliki rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB lebih tinggi.
Baca Juga
Jeffrey Hendrik Ungkap Investor Potensial Sudah Incar Saham BEI untuk Demutualisasi
"Tapi, kalau di negara-negara lain seperti di Malaysia, India, itu kapitalisasinya sudah 100-120% dari PDB. Jadi potensi untuk peningkatan volume tersebut masih cukup lumayan,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, BEI mengungkapkan telah menerima surat minat dari BPI Danantara untuk berinvestasi dalam rangka demutualisasi BEI melalui DIM.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan surat minat tersebut telah disampaikan oleh DIM kepada BEI. "Yang sudah menyampaikan minat BPI Danantara. Yang mengirimkan surat ke kami adalah Danantara Investment Management (DIM)," kata Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (12/8/2026).
Adapun demutualisasi BEI merupakan salah satu langkah yang tengah dipersiapkan untuk mengubah struktur kepemilikan dan tata kelola bursa. Dalam konteks tersebut, minat investasi Danantara melalui DIM menjadi bagian dari proses pembahasan mengenai struktur kepemilikan BEI ke depan.
Baca Juga
Frederica: OJK Persiapkan Demutualisasi Bursa, Kepemilikan BEI Terbuka Lebih Luas

