Net Buy Berlanjut Rp 829,70 Miliar, Pemodal Asing Borong Saham DSSA
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 829,70 miliar, meski indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026), ditutup anjlok sebanyak 44,28 poin (0,69%) menjadi 6.365,37.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham DSSA senilai Rp 1,40 triliun, BNBR mencapai Rp 374,38 miliar, BBCA mencapai Rp 75,10 miliar, MDKA senilai Rp 73,80 miliar, dan TINS senilai Rp 72,77 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Cairkan Rp 18,9 Triliun untuk Daerah, Mendagri: Tidak Boleh Ada PPPK Dirumahkan!
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham TPIA senilai Rp 369,59 miliar, BMRI mencapai Rp 296,45 miliar, TLKM senilai Rp 127,12 miliar, ASII senilai Rp 92,25 miliar, dan BBRI mencapai Rp 57,90 miliar.
Adapun penurunan indeks hari ini berbanding terbalik dengan intraday sesi I yang sempat melambung lebih dari 50 poin. Penurunan aksi ambil untung (frotit taking) mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 1,37%, sektor infrastruktur 1,25%, industry 0,74%, energi 0,68%, property 0,38%, dan teknologi 0,36%,
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, seperti GIAA naik 33,33% menjadi Rp 72, GMFI naik 31,48% menjadi Rp 71, SULI naik 27,78% menjadi Rp 115, STAR naik 24,81% menjadi Rp 332, IOTF naik 24,53% menjadi Rp 66, dan ROCK naik 24,27% menjadi Rp 2.330.
Baca Juga
Pekan lalu, IHSG ditutup naik sebanyak 173,52 poin (2,78%) menjadi 6.409. Bahkan, kenaikan IHSG BEI tertinggi diantara pasar saham Asean. Penopang utama penguatan tersebut berasal dari kenaikan saham DCII sebanyak 7,42%, kenaikan BBRI 2,96%, dan AMMN sebanyak 7,32%.
Sejalan dengan penguatan tersebut, pemodal asing terpantau merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 695,17 miliar sepanjang pekan ini atau pekan pertama Agustus 2026. Dominasi net buy terjadi di pasar regular, bandingkan dengan pekan sebelumnya dengan net buy sebanyak Rp 7,10 triliun yang didominasi pasar negosiasi.

