Hingga Awal Agustus, 50 Perusahaan Kripto PHK 7.294 Pekerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Industri kripto dan blockchain global masih menghadapi tekanan tenaga kerja sepanjang 2026. Data CryptoJobsList menunjukkan sedikitnya 7.294 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dari periode Januari 2026 hingga awal Agustus 2026. Di mana 50 perusahaan mengumumkan pemangkasan tenaga kerja.
Berdasarkan data tersebut, Block menjadi perusahaan dengan PHK terbesar, dengan sekitar 4.000 posisi dipangkas pada Februari 2026. Pemangkasan tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi perusahaan di tengah perubahan model kerja dan meningkatnya pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI).
Data CryptoJobsList yang dikutip Investortrust, Sabtu (8/8/2026) juga menunjukkan kondisi pasar (market conditions) menjadi alasan utama dalam pengurangan tenaga kerja di industri kripto. Hingga akhir Juli, sejumlah perusahaan kripto dan perusahaan terkait juga masih melakukan restrukturisasi. Setidaknya ada 22 perusahaan yang layoffs karyawannya karena kondisi pasar.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekosistem aset kripto belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi ekspansi tenaga kerja. Perusahaan cenderung melakukan efisiensi untuk menjaga struktur biaya sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan siklus pasar.
Baca Juga
Duo Exchange Kripto BitMEX dan BitMart Tutup, Pendiri Binance Beri Respons Berikut
Dari 50 perusahaan misalnya, OKX melakukan pengurangan karyawannya sebanyak 30%, Gemini 25%, Exodus 25%, Bybit 20%, Luno 20%, Polygon 30%, dan BitGo 15%.
Lebih lanjut, penutupan operasi sejumlah exchange kripto global, termasuk BitMEX dan BitMart, memicu kekhawatiran baru di industri aset digital. Meski sebagian pelaku pasar menilai kondisi tersebut sebagai tanda pasar telah mencapai titik terendah, sejumlah pemimpin industri menegaskan penutupan tersebut lebih mencerminkan tekanan yang ditimbulkan oleh kondisi pasar bearish.
BitMEX lebih dulu mengumumkan penghentian operasinya pada pertengahan Juli 2026. Tak sampai sepekan setelahnya, BitMart juga menyatakan akan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan kripto pada 26 Agustus 2026 dan menutup operasional bisnisnya secara penuh pada 31 Januari 2027. Sebelumnya, AscendEX juga menghentikan layanan aset digitalnya akibat kendala perizinan di bawah regulasi MiCA di Eropa.
Baca Juga
Pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) mengatakan, gelombang penutupan tersebut kemungkinan dipicu oleh kondisi pasar bearish yang kembali menekan industri. Menurutnya, meski situasi pasar sedang sulit, proses penghentian operasional dilakukan secara terorganisasi dengan memberikan waktu kepada nasabah untuk menarik aset mereka.
Namun, CZ mengingatkan bahwa akuisisi bursa kripto yang mengalami kesulitan bukan perkara mudah. Ia menilai terdapat risiko keamanan siber yang perlu diperhatikan, terutama apabila terdapat celah keamanan dalam sistem yang belum ditangani oleh pengelola sebelumnya.
"Risiko tersembunyi pada sistem operasional dapat menjadi tantangan bagi pihak yang mengambil alih bisnis bursa kripto," ujar CZ dalam unggahannya di media sosial X dilansir dari Coinmarketcapnews, Selasa (28/7/2026).

