Target Harga Saham Pakuwon (PWON) Dipangkas, Sejumlah Faktor Ini Jadi Pemberat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dipangkas menjadi Rp 400 dari sebelumnya Rp 620, seiring penyesuaian proyeksi laba bersih akibat kondisi operasional yang lebih moderat. Meski demikian, PWON tetap dipertahankan rekomendasi beli didukung fundamental yang masih kuat dan valuasi saham tetap menarik.
Revisi target harga dilakukan setelah Sucor Sekuritas memangkas proyeksi laba bersih PWON untuk periode 2026-2028 menjadi masing-masing Rp 2,15 triliun, Rp 2,20 triliun, dan Rp 2,61 triliun. Proyeksi tersebut mencerminkan pertumbuhan laba yang relatif datar pada 2027 sebelum kembali meningkat pada 2028.
Penyesuaian proyeksi tersebut dilakukan meskipun kinerja operasional PWON pada kuartal II-2026 tetap menunjukkan ketahanan. PWON membukukan laba bersih sebesar Rp 616 miliar, turun 26% dari periode yang sama tahun lalu, tetapi meningkat 58% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sepanjang semester I-2026, laba bersih mencapai Rp 1,01 triliun atau setara 47% dari proyeksi Sucor Sekuritas sepanjang tahun.
Baca Juga
Pemilik Lippo Malls dan Pakuwon Tegaskan Situasi Aman, Pagar Mal Tidak Diperlukan
Di luar faktor tersebut, fundamental operasional tetap terjaga. Pendapatan semester I-2026 relatif stabil di Rp3,37 triliun, sementara margin laba kotor meningkat 120 basis poin menjadi 56,9%. Di sisi pemasaran, marketing sales semester I-2026 tercatat sebesar Rp 565 miliar. Presales pada kuartal II-2026 turun 22% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi Rp249 miliar.
Analis Sucor Sekuritas Cheryl Jennifer Wang mengatakan, pelemahan presales hanya memberikan dampak terbatas terhadap laba, karena pendapatan berulang (recurring income) masih menjadi penopang utama kinerja Perseroan. Pada semester I-2026, recurring income naik 7% menjadi Rp 2,9 triliun. Kontribusinya terhadap total pendapatan naik menjadi 86% dari sebelumnya 80%, sehingga mampu untuk mengimbangi penurunan penjualan properti sebesar 29%.
“Dengan belum adanya tambahan ruang sewa baru hingga 2029, pertumbuhan pendapatan diperkirakan masih ditopang oleh kenaikan tarif sewa sebesar 5-10%. Sementara itu, tingkat okupansi perkantoran di Pakuwon Tower Jakarta masih berada di level 39%,” tulisnya.
Baca Juga
Dari sisi likuiditas, posisi keuangan Pakuwon (PWON) tetap kuat. Arus kas operasi meningkat menjadi Rp 1,49 triliun dari Rp 1,45 triliun pada semester I-2025. Perseroan juga memiliki kas sebesar Rp 4,46 triliun serta investasi pada obligasi dan reksa dana senilai Rp 1,68 triliun.
Meski target harga diturunkan, Sucor Sekuritas menilai valuasi saham PWON masih menarik dengan price to earnings (P/E) sebesar 5,5 kali dan price to book value (P/BV) sebesar 0,6 kali berdasarkan estimasi 2026 atau berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir.
“Pelemahan presales jangka pendek telah tercermin pada valuasi saham saat ini. Sementara itu, kuatnya basis pendapatan berulang dan posisi kas yang sehat dinilai mampu untuk memberikan perlindungan terhadap potensi penurunan kinerja,” tulisnya.

