Target Saham Pakuwon (PWON) Direvisi Naik, Ternyata Didukung Segmen Ini
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) direvisi naik, seiring dengan pertumbuhan permintaan ruang ritel di sejumlah kawasan premium. Hal ini bakal menguntungkan perseroan sebagai emiten dengan kepemilikan ruang ritel terbesar di Indonesia.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham PWON dari Rp 610 menjadi Rp 640 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Faktor utama pendongkrak target harga saham ini berasal dari segmen bisnis investasi properti, khususnya kepemilikan mal.
Baca Juga
Meski Laba Turun, Prospek Saham Pakuwon (PWON) Tetap Kuat, Begini Penjelasannya
“Kami meyakini bahwa ruang pusat perbelanjaan perseroan yang tersebar di lokasi strategis menjadi keunggulan Pakuwon. Apalagi saat terjadi tren kenaikan permintaan ruang ritel, sehingga PWON diprediksi menjadi emiten yang paling diuntungkan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Estimasi Kinerja Keuangan PWON
Perseroan akan menjadi emiten yang paling diuntungkan atas pertumbuhan segmen ritel, karena Pakuwon (PWON) menguasai ruang ritel bersih mencapai 785 ribu meter per segi jauh di atas PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) seluas 337 ribu meter per segi.
Tak hanya kepemilikan besar, menurut BRI Danareksa Sekuritas, tingkat okupansi ruas ritel perseroan paling tinggi mencapai 94%, dibandingkan SMRA dengan okupansi mal berkisar 83%. Dengan posisi sebagai pusat perbelanjaan yang diminati tenan dan pengunjung akan menjadikan nilai jual ruang ritel perseroan lebih tinggi.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut diharapkan mendorong tingkat pertumbuhan pendapatan perseroan mencapai 10% tahun 2024 hinggga 2029. Target pertumbuhan tersebut juga mempertimbangkan gencarnya ekspansi perseroan ke kota-kota baru, seperti Semarang, Batam, dan IKN.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,15 triliun tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,12 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat dari Rp 6,20 triliun menjadi Rp 6,37 triliun.
Grafik Saham PWON

