Penguatan Profitabilitas dan Efisiensi Samator (AGII) Mengerek Laba hingga Hampir 3 Kali Lipat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Samator Indo Gas Tbk (AGI)), perusahaan gas industri dan gas medis terkemuka di Indonesia, membukukan laba bersih Rp 67,4 miliar pada semester I 2026 yang berakhir 30 Juni 2026, melonjak 178% secara tahunan atau (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp 24,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mencerminkan penguatan profitabilitas dan penurunan biaya pembiayaan di tengah permintaan yang tetap kuat dari sektor industri dan kesehatan.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 65,2 miliar, hampir tiga kali lipat dibandingkan Rp 22,6 miliar pada semester I 2025.
Dari sisi pendapatan, Samator membukukan pertumbuhan 8,9% menjadi Rp 1,54 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang permintaan dari berbagai sektor strategis, terutama layanan kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, makanan dan minuman, serta industri elektronik.
Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer PT Samator Indo Gas Tbk Rachmat Harsono mengatakan perseroan telah membukukan kinerja semester pertama terbaik sepanjang sejarah.
“Samator mencatatkan kinerja semester pertama yang sangat kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat," kata dia dikutip Kamis (30/7/2026).
Kinerja pendapatan yang tumbuh diikuti perbaikan profitabilitas. Laba kotor meningkat 12,8% YoY menjadi Rp 725,6 miliar, sementara margin laba kotor naik 160 basis poin menjadi 47,0% dari 45,4% pada semester I 2025.
Baca Juga
Tebar Dividen Rp 35 Miliar, Samator Indo Gas (AGII) Optimistis Pertumbuhan Kinerja Berlanjut
Peningkatan margin tersebut terjadi setelah perseroan melakukan sejumlah perbaikan operasional, mulai dari optimalisasi utilisasi pabrik, efisiensi konsumsi listrik hingga pengelolaan rantai pasok yang lebih optimal.
Samator juga membukukan EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sebesar Rp 452,5 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 10,0% YoY sekaligus menjadi EBITDA semester pertama tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Margin EBITDA tercatat 29,3%, naik dari 29,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jika mengecualikan pos satu kali bersih sebesar Rp 2,7 miliar, EBITDA yang disesuaikan atau Adjusted EBITDA mencapai Rp 449,7 miliar, tumbuh 13,7% YoY.
"Peningkatan margin laba kotor sebesar 160 basis poin mencerminkan perbaikan fundamental dalam operasional kami, mulai dari peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik hingga optimalisasi rantai pasok, bukan semata-mata karena faktor non-berulang,” kata Rachmat.
Rachmat mengatakan perseroan juga terus memperkuat disiplin dalam mengelola biaya operasional. Pemanfaatan teknologi dan otomatisasi turut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis.
“Momentum pertumbuhan terus menguat sepanjang semester pertama, penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama. Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham,” kata dia.
Pertumbuhan pendapatan Samator terjadi seiring peningkatan permintaan yang relatif merata di sejumlah sektor pengguna gas industri dan gas medis. Layanan kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, makanan dan minuman, serta industri elektronik menjadi sejumlah sektor yang menopang penjualan perseroan sepanjang semester pertama.
Beban operasional juga hanya meningkat 8,6% YoY, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,9%. Perbedaan laju pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya operating leverage, yakni kemampuan perusahaan meningkatkan laba ketika pendapatan tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya operasional.
Rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat menjadi 3,1 kali pada semester I 2026 dari 2,6 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan kemampuan perseroan yang semakin baik dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga. Arus kas dari aktivitas operasi juga meningkat menjadi Rp 192,3 miliar dari Rp 138,2 miliar pada semester I 2025.
Baca Juga
Fokus Ekspansi Semester II
Memasuki semester II 2026, Samator menargetkan momentum pertumbuhan tetap terjaga dengan profil margin yang semakin kuat. Perseroan akan mempertahankan fokus pada pemenuhan permintaan dari sektor kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, dan elektronik. Program operational excellence yang telah mendorong peningkatan profitabilitas juga akan terus dilanjutkan.
Di sisi kapasitas, investasi akan dilakukan secara disiplin dengan menyesuaikan kebutuhan pasar dan dukungan kontrak jangka panjang. Strategi tersebut ditujukan agar penambahan kapasitas tetap sejalan dengan potensi permintaan dan memberikan tingkat utilisasi yang optimal.
