Chandra Asri Raup Pendapatan US$ 5,3 Miliar Imbas Diversifikasi Bisnis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan pendapatan sebesar US$ 5,3 miliar bertumbuh 83,6% dari periode sama 2025 sebesar US$ 2,91 miliar Kinerja tersebut ditopang diversifikasi bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur yang menjaga ketahanan perseroan di tengah volatilitas industri petrokimia global.
Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group Andre Khor mengatakan perseroan tidak hanya berfokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui transformasi model bisnis.
"Di tengah volatilitas industri global, fokus kami tidak hanya menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap langkah transformasi berjalan secara disiplin untuk membangun fondasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi," kata dia dikutip Rabu (29/7/2026).
Baca Juga
Net Sell Berlanjut Rp 1,17 Triliun, Pemodal Asing Lepas BBRI dan TPIA
Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil memperkuat model bisnis terintegrasi sekaligus mencerminkan keberhasilan transformasi Chandra Asri Group menjadi platform regional di bidang energi, kimia, dan infrastruktur.
"Ke depan, kami tetap fokus menjalankan strategi pertumbuhan melalui investasi yang disiplin, penguatan struktur permodalan, serta penyelesaian proyek-proyek strategis seperti CA-EDC untuk memperkuat daya saing Perseroan di Asia Tenggara," kata Andre Khor.
Selain mencatatkan pendapatan yang tumbuh solid, perseroan juga membukukan EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sebesar US$ 802,6 juta dan laba bersih US$ 371,2 juta pada semester I-2026 atau turun dari US$ 1,62 miliar.
Perseroan juga memperkuat struktur permodalan melalui penyelesaian penerbitan final Obligasi Berkelanjutan V yang mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed, serta meningkatkan porsi saham yang beredar di publik (free float) menjadi 25,7%. Langkah tersebut meningkatkan fleksibilitas pendanaan, likuiditas perdagangan saham, tata kelola perusahaan, dan daya tarik perseroan di mata investor.
Proyek strategis berjalan
Pada sektor kimia, Chandra Asri melanjutkan pembangunan proyek Chandra Asri Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang telah mencapai progres 72% dan memasuki tahap pembangunan infrastruktur utama. Proyek Strategis Nasional tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.
Perseroan juga telah mengambil final investment decision (FID) atau keputusan investasi final untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai US$ 80 juta. Proyek ini diharapkan meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengintegrasikan operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri di Indonesia.
Di sektor energi, Chandra Asri melanjutkan integrasi pascaakuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas cold storage. Selain itu, pembangunan proyek Condensate Splitter Unit (CSU) dan revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom tetap berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2026.
Perseroan memperkirakan kedua fasilitas tersebut akan memberikan tambahan EBITDA sekitar US$ 20 juta per bulan sehingga memperbesar kontribusi bisnis energi terhadap kinerja perusahaan.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Buka Suara Soal Keterlibatan Anak Usaha di Proyek PSEL Danantara
Pada sektor infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) terus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan grup melalui ekspansi bisnis logistik, kepelabuhanan, penyimpanan, dan maritim. CDI memperluas kolaborasi strategis bersama SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS), mencatat progres pembangunan fasilitas tangki bitumen sebesar 75%, serta menyelesaikan pelayaran perdana kapal Novah yang memperkuat kapabilitas logistik perusahaan.
Selain itu, pembentukan kemitraan strategis Aster Power bersama Sembcorp dan CDI serta mulai beroperasinya Aster Ports & Terminals sejak 1 Juli 2026 menjadi fondasi baru dalam pengembangan platform infrastruktur regional.
