Saham Merdeka Gold Resources (EMAS) Resmi Melantai di Bursa Hong Kong, Harga Penawaran Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mencatatkan Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX). Efek tersebut mulai diperdagangkan pada Jumat (26/6/2026) dengan kode saham 6228.
HDR EMAS ditawarkan pada harga HK$26,60 per HDR dengan satuan perdagangan 100 HDR per lot dan mulai diperdagangkan pada pukul 09.30 waktu Hong Kong. Adapun pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/6/2026), saham EMAS justru anjlok 13,12% menjadi Rp 6.125 atau saat listing perdana di Hong Kong.
Pencatatan sekunder ini menjadi tonggak penting bagi perseroan sekaligus pasar modal Indonesia. Transaksi tersebut merupakan dual listing pertama emiten Indonesia di HKEX serta pencatatan HDR pertama di Hong Kong dalam lebih dari satu dekade.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Bersiap Melantai di Bursa Hong Kong, Kantongi Komitmen Penyerapan 49,9% Saham
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke Poerbaya Abidin mengatakan, pencatatan di HKEX akan memperkuat kehadiran perseroan di pasar modal global sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi investor internasional.
“Keberhasilan pencatatan di HKEX menjadi tonggak penting bagi Merdeka Gold Resources sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia di pasar modal global,” ujar Boyke, Jumat (26/6/2026).
Menurut dia, transaksi tersebut memberikan kesempatan lebih besar bagi investor global untuk memperoleh eksposur terhadap Tambang Emas Pani, salah satu aset pertumbuhan emas yang signifikan di Indonesia.
“Kami percaya pencatatan ini akan memperluas basis investor, memperkuat visibilitas global, dan mendukung fase pertumbuhan berikutnya bagi MGR,” katanya.
Baca Juga
Merdeka Gold Resources (EMAS) Gencarkan Pengeboran, Cadangan Emas Pani Berpotensi Bertambah
HDR merupakan efek yang diperdagangkan di HKEX dan merepresentasikan kepemilikan manfaat atas saham biasa yang tercatat di bursa lain. Setiap HDR merepresentasikan kepemilikan manfaat atas saham biasa EMAS yang telah tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Struktur HDR memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap Merdeka Gold Resources melalui pasar Hong Kong dengan tetap mempertahankan kepentingan ekonomi yang sama atas saham perseroan yang tercatat di Indonesia.
Manajemen menegaskan tidak ada pemegang HDR di HKEX yang memiliki kepemilikan manfaat lebih dari 5% dari total HDR yang beredar. Dengan demikian, seluruh HDR yang tercatat tetap sejalan dengan ketentuan free float yang berlaku atas saham dasar EMAS di BEI.
Baca Juga
IHSG Ditutup Anjlok 1,72% Terseret Saham Material Dasar dan Konglomerasi
Perseroan juga menyatakan bahwa PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) selaku pemegang saham pengendali EMAS tidak menjual saham dalam penawaran global tersebut. Oleh karena itu, transaksi ini tidak mengubah modal ditempatkan perseroan maupun menimbulkan dilusi bagi pemegang saham eksisting.
“Struktur ini dirancang untuk memperluas basis investor internasional perseroan, sekaligus mempertahankan profil kepemilikan yang ada,” jelas Boyke.
Investor Strategis
Penawaran efek EMAS menarik minat sejumlah investor utama atau cornerstone investors yang terdiri dari investor strategis dan investor keuangan global.
Investor strategis yang berpartisipasi meliputi Wanguo Gold Group Limited, CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co. Limited, Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, serta Intera Mining Investment Limited yang sepenuhnya dimiliki oleh JCHX Mining Management Co Ltd.
Baca Juga
Sementara itu, investor keuangan yang ikut berpartisipasi antara lain Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.
“Partisipasi para investor tersebut menjadi sinyal kepercayaan yang kuat terhadap kualitas Tambang Emas Pani serta strategi pertumbuhan jangka panjang MGR,” pungkas Boyke.
