Saham Sektor Konsumer Terdiskon Jumbo, MYOR dan ICBP Jadi Saham Pilihan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Valuasi sektor konsumer saat ini telah mencerminkan sebagian besar tekanan makroekonomi dan ketidakpastian kinerja emiten, sehingga potensi penurunan lebih lanjut cenderung terbatas. Penurunan ini justru memunculkan peluang mengoleksi saham sektor ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset tebarunya merekomendasikan beli empat saham consumer ini, yaitu saham ICBP dengan target harga Rp 10.500, saham MYOR dengan target harga Rp 2.700, INDF dengan target harga Rp 9.000, dan UNVR dengan target harga Rp 2.500. Saat ini, sektor konsumer diperdagangkan pada valuasi price to earnings (PE) FY26F sebesar 9,7 kali atau sekitar 1,5 standar deviasi di bawah rata-rata tiga tahun. Kondisi tersebut menunjukkan valuasi sektor telah tertekan cukup dalam akibat tekanan makro yang berlangsung berkepanjangan.
Baca Juga
Indonesia Amankan Pendanaan AIIB US$ 17 Miliar, China Dukung Penerbitan Panda Bond
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Christy Halim dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (18/6/2026), menyebutkan bahwa saham sektor consumer telah turun signifikan dengan penurunan multipel valuasi sektor ini sebanyak 45,2%, dibandingkan rata-rata historis tiga tahun, sementara harga saham emiten dalam cakupan riset terkoreksi antara 0,4% hingga 36,5% sejak awal tahun.
Tekanan terhadap sektor konsumer berasal dari ketidakpastian ekonomi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta volatilitas biaya bahan baku yang berdampak pada daya beli masyarakat dan permintaan. Selain itu, ketegangan geopolitik turut menekan kepercayaan pasar sehingga visibilitas pertumbuhan laba menjadi terbatas dan mendorong investor mengambil posisi lebih defensif.
“Meski demikian, valuasi sektor saat ini dinilai telah mengakomodasi sebagian besar sentimen negatif tersebut. Dengan demikian, ruang penurunan dinilai semakin terbatas dan membuka peluang pemulihan apabila kondisi makroekonomi membaik,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Prospek Saham Konsumer Cenderung Membaik, Intip Target Harga Berikut
Saat ini, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, sektor konsumer justru berpotensi mendapatkan dukungan, apabila ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mereda dan menghasilkan kesepakatan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penurunan harga minyak, penguatan rupiah, serta peningkatan kepercayaan konsumen.
Namun, pemulihan laba perusahaan diperkirakan tidak terjadi secara instan. Faktor seperti penyesuaian biaya yang tertunda, kenaikan harga Pertamax, serta tingkat suku bunga yang masih tinggi diperkirakan membuat pemulihan kinerja berlangsung secara bertahap.
Meski perubahan harga bahan bakar nonsubsidi secara historis memiliki dampak terbatas terhadap penjualan, perubahan pada bahan bakar bersubsidi dinilai lebih berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Dampak konsumsi yang lebih besar berpotensi terjadi apabila akses terhadap bahan bakar bersubsidi menjadi lebih terbatas.
Baca Juga
Incar Pertumbuhan Kinerja, Pancaran (PSAT) Diversifikasi ke Nikel dan Bauksit
Saham sektor ini juga akan didukung keputusan pemerintah untuk mengganti bantuan sosial dalam bentuk barang menjadi bantuan tunai langsung sekitar Rp 5,4 juta per orang. Bantuan tunai dinilai memiliki efek yang lebih cepat dan langsung terhadap konsumsi masyarakat dibandingkan bantuan dalam bentuk barang.
Dengan perubahan pola tersebut, emiten PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berpotensi menjadi penerima manfaat utama. Kedua emiten tersebut memiliki eksposur kuat pada produk kebutuhan pokok untuk pasar massal serta jaringan distribusi yang luas, sehingga berpeluang menangkap peningkatan volume penjualan dari kenaikan belanja rumah tangga.

