Catat Sejarah, Solana Jadi Blockchain Pertama dengan Peringkat Moody's
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Solana (SOL) mencatat tonggak baru dalam pengembangan aset digital setelah menjadi blockchain publik tanpa izin pertama yang memuat peringkat kredit dari Moody's Ratings dalam format yang dapat dibaca mesin secara langsung di jaringan blockchain.
Pencapaian tersebut terwujud melalui integrasi antara Moody's Ratings dan Alphaledger, platform tokenisasi yang berfokus pada aset pendapatan tetap institusional. Melalui kerja sama ini, penerbit obligasi tokenisasi dan sekuritas pendapatan tetap lainnya di platform Alphaledger dapat menyematkan peringkat kredit Moody's langsung ke dalam aset yang diterbitkan di jaringan Solana.
Head of Institutional Growth Solana Foundation, Nick Ducoff, mengatakan integrasi tersebut akan meningkatkan transparansi dan aksesibilitas bagi aset dunia nyata atau real world assets (RWA) yang ditokenisasi di ekosistem Solana.
Integrasi ini melansir Coinmarketcapnews, Kamis (18/6/2026) merupakan kelanjutan dari proyek percontohan yang sebelumnya dijalankan Moody's di jaringan pengembangan (devnet) Solana pada Juni 2025 sebelum akhirnya diterapkan pada jaringan utama. Sebelumnya, pada Maret 2026, Moody's juga telah meluncurkan layanan serupa di Canton Network, blockchain institusional berizin yang banyak digunakan oleh lembaga keuangan.
Baca Juga
Bitcoin Pizza Day hingga Upgrade Solana, Simak Sentimen yang Gerakkan Pasar Kripto Bulan Ini
Head of Digital Economy Strategy Moody's Ratings, Rajeev Bamra, menyatakan bahwa investor membutuhkan analisis kredit independen di mana pun transaksi dilakukan, termasuk dalam ekosistem blockchain yang berkembang pesat.
Menurut dia, penyematan peringkat kredit secara langsung pada aset tokenisasi memungkinkan investor maupun aplikasi berbasis blockchain memperoleh informasi risiko kredit secara real time tanpa harus mengakses basis data atau terminal terpisah.
Langkah ini dilakukan di tengah pesatnya perkembangan pasar tokenisasi aset global. Berdasarkan proyeksi Boston Consulting Group (BCG) dan Ripple, nilai pasar aset yang ditokenisasi berpotensi mencapai US$ 18,9 triliun pada 2033. Sejumlah institusi keuangan global seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan Apollo telah meluncurkan berbagai produk investasi dan kredit berbasis tokenisasi.
Baca Juga
CEO Alphaledger, Manish Dutta, menilai integrasi tersebut akan membawa standar analisis kredit yang selama ini digunakan di pasar obligasi konvensional ke dalam pasar aset digital berbasis blockchain.
Selain itu, Solana juga terus menarik minat institusi besar untuk membangun infrastruktur keuangan digital. Dalam beberapa waktu terakhir, jaringan tersebut digunakan dalam berbagai proyek aset digital dan stablecoin, termasuk kolaborasi dengan sejumlah perusahaan dan institusi keuangan global.
Moody's menyatakan akan terus memperluas penggunaan Token Integration Engine (TIE) ke jaringan blockchain lainnya serta berbagai instrumen keuangan digital di masa mendatang.
