Wika Gedung (WEGE) Raih Kontrak Baru Rp 3,32 Triliun, Segmen Mana Saja yang Tumbuh?
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) hingga Oktober 2023 meraih kontrak baru senilai Rp 3,32 triliun, turun 21,32% secara tahunan (yoy) atau dibanding periode sama tahun silam yang mencapai Rp 4,22 triliun. Meski nilai kontrak turun, seluruh komposisi dan segmen bisnis perseroan bertumbuh.
“Proyek perseroan berasal dari eksternal dan internal (holding) yang masing-masing tumbuh 99,96% dan 0,04% (yoy). Komposisi perkantoran tumbuh 12,38%, fasilitas publik 25,69%, komersial 2,25%, dan residensial 56,96% (yoy),” ujar Direktur Utama Wika Gedung, Hadian Pramudita dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Baca Juga
WIKA Siapkan Skema Rights Issue untuk Serap PMN Rp 6 Triliun
Menurut Hadian, dari pendapatan tersebut, segmen konstruksi berkontribusi terhadap pendapatan Wika Gedung sebesar Rp 1,48 triliun, tumbuh 39,10% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp 1,06 triliun.
Segmen industri modular, kata Hadian, berkontribusi Rp 118,01 miliar, tumbuh 21,07% dibandingkan Oktober 2022 sebesar Rp 97,48miliar. Sedangkan segmen konsesi berkontribusi Rp 30,65 miliar, tumbuh 24,59% dibandingkan periode sama tahun silam Rp 24,60 miliar.
Hadian mengungkapkan, kontrak-kontrak baru tersebut meliputi hunian aparatur sipil negara (ASN) Ibu Kota Nusantara (IKN), pembangunan gedung pendidikan dan laboratorium Centre of Excellence (MKGI) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Sky House Alam Sutera, rancang dan bangun modern office Jakarta, serta gedung perkantoran Papua Barat.
Lainnya, menurut dia, berasal dari kontrak pembangunan Gelanggang Remaja Jakarta Timur dan Gelanggang Olahraga (GOR) Cakung Barat, renovasi fasilitas kesehatan dan peribadatan Cianjur, pembangunan Gedung Labtek XV Institut Teknologi Bandung (ITB), serta pembangunan rumah dinas dan fasilitas sosial di Papua Barat.
“Itu belum termasuk proyek renovasi interior gedung RS Pusat Pertamina, Universitas Muhammadiyah Malang, Hotel Ombilin Padang, serta pekerjaan dekorasi Sky House Alam Sutera Project Phase 2,” tutur dia.
Proyek Pemerintah
Hadian Pramudita menjelaskan, dengan pencapaian kontrak baru tersebut, kontribusi komposisi proyek yang berasal dari pemerintah mencapai 84,67%, BUMN 5,07%, dan swasta 10,26%. Capaian ini menunjukkan bisnis konsesi dan industri modular yang merupakan bagian dari strategi bisnis Wika Gedung berhasil menopang pendapatan perseroan.
Baca Juga
Saham BUMN Konstruksi Tiba-tiba Terbang, PTPP Jadi Pilihan Teratas
Hadian mengemukakan, hingga akhir Juni 2023, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) itu mencatatkan kas dan setara kas Rp 480,73 miliar, total ekuitas Rp 2,53 triliun, dan total aset Rp 5,31 triliun. Sedangkan debt to equity ratio (DER) mencapai 1,10 kali, dengan gearing ratio 0,31 kali, dan current ratio 202,75%.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Wika Gedung tetap memiliki tingkat likuiditas dan fundamental yang sehat,” tegas dioa.
Hingga Juni 30 Juni 2023, Wika Gedung menorehkan laba bersih Rp 17,56 miliar, anjlok 72,86% dibanding periode sama 2022 yang mencapai Rp 64,5 miliar. Adapun pendapatan perseroan melonjak 37,31% dari Rp 1,18 triliun menjadi Rp 1,63 triliun.

