Harga Turun Dalam, Perdagangan Saham Grahatrans (GTRA) di Gembok BEI
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk atau Grahatrans (GTRA) seiring penurunan harga kumulatif yang signifikan.
Berdasarkan data BEI, saham GTRA telah bergerak turun sebesar 8,09% dari level Rp 136 per saham pada tanggal 12 Februari, ke level Rp 125 pada penutupan perdagangan 16 Februari 2024.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A menjelaskan, suspensi dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.
Baca Juga
Harga Saham Melejit, ICTSI Jasa Prima (KARW) di Suspensi BEI
“Kami memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) pada perdagangan tanggal 19 Februari 2024,” kata Aji dan Pande dalam Pengumuman Bursa yang dilansir Senin, (19/02/2024).
Dikatakan, penghentian sementara perdagangan saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham GTRA.
Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.
Sebagai catatan, Grahatrans merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang angkutan bermotor untuk barang umum.
Baca Juga
Capitalinc Investment (MTFN) Rawan Delisting, Publik Pegang 54% Saham
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2023, emiten ini mencatat pendapatan Rp 238,73 miliar. Angka tersebut melonjak 53,02% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 156,02 miliar.
Seiring lonjakan pendapatan, Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 17,53 miliar, naik 45,56% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12,04 miliar.

