BEI Unsuspensi Saham KING dan IFSH Mulai Sesi I Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH) mulai sesi I, Kamis (11/6/2026).
Sebelumnya kedua saham tersebut terkena suspense akibat alasanan berbeda. Saham KING terkena penghentian perdagangan setelah harga mengalami kenaikan signfikan lebih dari 38% menjadi Rp 565 dalam sebulan terakhir. Emiten yang ditransaksikan di papan akselerasi ini akan dibuka di papan pemantauan khusus.
Baca Juga
Trump Ungkap Operasi Rahasia Hormuz, Klaim Amankan 100 Juta Barel Pasokan Minyak Dunia
Sebaliknya saham IFSH disuspensi akibat penurunan drastic harga saham lebih dari 56% menjadi Rp 895 dalam sebulan terakhir. Penurunan harga tersebut telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Adapun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/6/2026), diprediksi bergerak menguat menguji resistance 5.960-6.000. Tiga saham DSSA, MBMA, dan BRPT direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa jika resistance dapat tertembus, IHSG berpotensi melaju hingga level 6.200. Pasar akan sama-sama mencermati efek dari kebijakan pemerintah untuk rupiah yang terus menguat dan juga rilis data ekonomi domestik, yaitu retail sales Indonesia yang menjadi sentimen pasar selanjutnya.
Baca Juga
Astra (ASII) Siapkan Buyback Saham Rp 8 Triliun, Tujuan Ini Diungkap
Terkait kembali melesatnya IHSG sebanyak 2,71% menuju 5,902 meskipun investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 2,93 triliun di pasar reguler ditopang oleh kenaikan BI Rate sebesar 25 bps hingga memicu penguatan rupiah. IHSG juga didukung kepastian tidak naiknya harga BBM subsidi serta kembali meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset domestik di tengah ketidakpastian global.
Laju indeks juga akan dipengaruhi pergerakan pasar saham dunia semalam, seperti Wall Street ditutup anjlok setelah Dow Jones melemah 1,87%. Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi pelemahan S&P500 sebnayak 1,62% dan Nasdaq sebanyak 1,98%.

