Terburuk di Dunia, IHSG Ambles 8,69% dan Market Cap Susut Rp 922 Triliun dalam 4 Hari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki pekan terburuk setelah anjlok 532,61 poin (8,69%) menjadi 5.594 hanya dalam empat hari transaksi pekan ini.
Penurunan tersebut menjadikan kinerja IHSG BEI yang terburuk di dunia pekan ini. Penurunan tersebut juga membuat nilai kapitalisasi pasar (market cap) IHSG BEI menguap Rp 922 triliun menjadi Rp 9.807 triliun.
Baca Juga
Pengamat: Ruang Fiskal Sempit dan Tata Kelola Jadi Pemicu Kejatuhan IHSG dan Rupiah
Kejatuhan indeks pekan ini juga dipicu atas pelemahan dahsyat saham big cap, khususnya sektor perbankan. Di antaranya, saham BBCA anjlok 10,96%, BBRI melemah 7,12%, TLKM melorot 8,91%, BRPT turun 23,71%, dan MORA anjlok 17,39%.
Penurunan tajam IHSG pekan ini juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor industry anjlok 13,32%, sektor energi melemah 10,32%, sektor material dasar turun 10,85%, sektor property 11,33%, sektor infrastruktur 11,62%, dan sektor keuangan 6,74%.
Selain turun tajam, pemodal asing ikut menekan IHSG BEI pekan ini setelah merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 7,38 triliun atau turun dari pekan sebelumnya mencapai Rp 12,34 triliun.
Baca Juga
SCG Chemicals Divestasi Saham Chandra Asri (TPIA) Senilai Rp 14,10 Triliun, Free Float Naik?
Lima saham dengan net sell terbanyak pekan ini, yaitu BBCA sebanyak Rp 2,32 triliun, TPIA mencapai Rp 2,01 triliun, BBRI sebanyak Rp 1,02 triliun, ASII mencapai Rp 407,10 miliar, dan BMRI senilai Rp 401,17 miliar.
Seiring dengan berlanjutnya penurunan IHSG pekan ini, total pelemahan sepanjang tahun 2026 berjalan atau year to date (ytd) telah mencapai 35,30%. Angka penurunan tersebut jauh melampaui pelemahan pasar saham lainnya, seperti India dengan penurunan hanya mencapai 12,90%.

