Waduh! Bitcoin Catat Tren Penurunan Terpanjang, Sentuh US$ 61.385
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar kripto sedang diterpa badai koreksi yang membuat Bitcoin (BTC) mencatatkan tren penurunan harian terpanjangnya sejak Agustus 2025. Harga Bitcoin sempat terperosok ke titik terdalam di level US$ 61.385 pada perdagangan Jumat (5/6/2026) pukul 13.25 WIB, menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir sebelum akhirnya mencoba pulih perlahan.
Berdasarkan data terbaru dari CoinGlass, penurunan tajam yang terjadi sepanjang pekan ini sukses memicu kepanikan massal hingga menghanguskan hampir US$ 4 miliar posisi taruhan bullish di pasar derivatif sejak awal pekan.
“Anjloknya harga Bitcoin secara dramatis ini utamanya didorong rekor outflow dana dari ETF Bitcoin Spot AS,” jelas Financial Expert Ajaib Panji Yudha pada Jumat (5/6/2026).
Baca Juga
OKX Luncurkan “The Beautiful Game”, Prediksi Pasar Berhadiah 20 Bitcoin Berbasis Exchange OS
Laporan terbaru dari SoSoValue mencatat, ETF Spot AS telah mengalami arus keluar selama 13 hari perdagangan berturut-turut. Sebagai contoh, perdagangan pada 3 Juni 2026 mencetak net outflow US$ 396,60 juta, membuat total dana yang kabur dari ETF menembus US$ 1,4 miliar hanya dalam tiga hari pertama di bulan Juni.
Menurut Panji, eksodus dana yang masif ini juga sangat dipengaruhi oleh agresifnya pergerakan investor ritel yang merotasi modal mereka keluar dari Bitcoin. Hal ini dilakukan demi mengejar pertumbuhan eksponensial di instrumen lain.
Euforia saham kecerdasan buatan (AI) yang mendominasi pasar global memancing para trader yang haus akan volatilitas untuk membanjiri opsi berjangka pendek dan pasar prediksi.
Likuiditas yang dulunya mengendap di Bitcoin pun, Panji sebut, kini dialihkan untuk berspekulasi memburu kontrak futures pre-IPO di platform desentralisasi seperti Hyperliquid dan Lighter.
“Mereka berlomba-lomba untuk mengambil porsi awal menyambut mega-katalis seperti IPO SpaceX atau ronde pendanaan raksasa AI berikutnya,” sambung dia.
Di tengah koreksi pasar, beberapa altcoin sukses mencuri perhatian lewat perkembangan fundamental yang positif. Laporan Messari periode kuartal I-2026 mencatat Canton Network (CC) dengan meraup 42% atau sekitar US$ 193 juta dari total biaya transaksi blockchain global. Capaian ini berkat masifnya aktivitas institusional.
Baca Juga
Harga IPO SpaceX Tembus Rp 2,43 Juta per Saham, Eksposur Bitcoin Elon Musk Jadi Perhatian Pasar
Sementara itu, aggregator Solana Jupiter (JUP) resmi meluncurkan platform pasar prediksi yakni ‘Jupiter Forecast’ untuk melacak pergerakan harga kripto jangka pendek. Inovasi baru ini dipastikan tetap berjalan beriringan, tanpa menggantikan kolaborasi mereka yang sudah ada dengan Polymarket.
Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di rentang harga US$ 62.000 hingga US$ 65.000. Sedangkan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 1.700 hingga US$ 1.950.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) masih mencatatkan penurunan yakni 1,24% dan bertengger di kisaran US$ 62.552 per pukul 16:07 WIB. Sementara dominasi pasar BTC (BTC.D) berada di level 58,45%, dengan total kapitalisasi pasar aset kripto turun 1,65% menjadi US$ 2,17 triliun.

