Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham, Ada HMSP hingga MNCN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/6/2026), berpeluang menguat dengan rentang pergerakan 5.769-5.920. Empat saham ini, HMSP, UNVR, ICBP, dan MNCN, direkomendasikan beli.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, di bawah MA5, indikator Stochastic golden cross pada area deep oversold. “Dengan demikian, IHSG berpeluang menguat hari ini dengan saham pilihan HMSP, UNVR, ICBP, dan MNCN,” tulisnya.
Baca Juga
Impor Migas Membengkak, Surplus Perdagangan Turun, Indonesia Kian Tergantung dari China
Laju indeks juga akan dipengaruhi laju pasar saham AS, seperti kenaikan Wall Street didukung lonjakan saham sektor kesehatan defensif setelah sentimen yang membaik dari Timur Tengah. Sebaliknya mayoritas pasar saham Asia melemah, seperti Indeks Nikkei 225 melemah -1.57% dan Kospi melemah -5.00%.
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham HMSP dengan target harga Rp 740, UNVR dengan target harga Rp 1.820, ICBP dengan target harga Rp 7.425, dan MNCN dengan target harga Rp 232.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 101,29 poin (1,70%) menjadi 5.839 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing senilai Rp 1,27 triliun. Net sell terbanyak kembali melanda saham BBCA Rp 475,51 miliar, BBRI senilai Rp 451,67 miliar, dan TPIA mencapai Rp 257,51 miliar.
Baca Juga
Penurunan indeks juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti industri anjlok 4,07%, konsumer non primer 2,36%, sektor properti 3,28%, sektor keuangan 2,04%, dan sektor konsumer primer 1,48%.
Kejatuhan tersebut juga dipicu penurunan signifikan saham big cap, TPIA, BRPT, MORA, INTP, DSSA, hingga INTP. Bahkan saham big cap, seperti BBNI anjlok lebih dari 4%, BBRI anjlok lebih dari 3%, adapun BMRI dan BBCA turun nyaris 2%. Sebaliknya saham ESTI naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,58% menjadi Rp 144 dan MSIN cetak ARA 24,45% menjadi Rp 570.

