Trimitra Trans Persada (BLOG) Akan Bagi Dividen Rp 21 per Saham, Catat Tanggalnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten penyedia solusi logistik terintegrasi, PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) akan membagikan dividen Rp 21 per saham atau Rp 70,96 miliar, setara 49,12% dari laba bersih 2025 senilai Rp 144,46 miliar.
“Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham BLOG yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 12 Juni 2026,” kata Direktur Trimitra Trans Persada, Wanny Wijaya dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,33 triliun, tumbuh 23% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Sedangkan laba bersih meningkat 29% (yoy) menjadi Rp 144 miliar sepanjang 2025.
Baca Juga
Laba Trimitra Trans Persada (BLOG) Naik 29% di 2025, Bisnis Cold Chain Makin Kuat
Menurut manajemen BLOG, dari laba bersih tahun lalu, perseroan menganggarkan Rp 1 miliar sebagai dana cadangan. Sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perusahaan.
Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), baru-baru ini, manajemen BLOG juga mengesahkan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai maksud dan tujuan, serta kegiatan usaha. Hal ini dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Wanny mengatakan, penyesuaian tersebut bukan perubahan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Selanjutnya manajemen melaporkan bahwa dana hasil IPO sebesar Rp 138,23 miliar telah digunakan seluruhnya atau terealisasi 100% hingga 31 Desember 2026 sesuai rencana.
Dana tersebut digunakan untuk setoran modal kepada entitas anak, yakni PT Simpan Sini Aja. Suntikan dana digunakan untuk mendukung pembangunan gudang pendingin di Kabupaten Tangerang, Pontianak, dan Makassar, serta pembelian unit kendaraan light truck, termasuk karoseri tipe cold dan dry.
Baca Juga
Trimitra (BLOG) Kantongi Laba Bersih Rp 109 Miliar Berkat Optimalisasi Operasional
“Realisasi ini sejalan dengan langkah perseroan dalam memperkuat kapasitas operasional dan mendukung pengembangan layanan cold chain,” jelas Wannny.
Manajemen, kata Wanny Wijaya, akan terus memperkuat layanan logistik terintegrasi berbasis third-party logistics (3PL) melalui pengembangan jaringan operasional, pengelolaan aset dan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, serta penggunaan teknologi yang adaptif.
“Perseroan juga akan melanjutkan pengembangan layanan cold chain secara terukur. Hal ini demi menjawab kebutuhan distribusi pelanggan yang memerlukan pengendalian suhu, kualitas layanan yang konsisten, dan visibilitas operasional yang lebih baik,” papar dia.

