IHSG Intraday Sesi I Anjlok 3,57%, Saham Prajogo dan Big Bank Amblas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Burs Efek Indonesia (BEI) intraday sesi I, Rabu (3/6/2026), anjlok sebanyak 222 poin (3,57%) ke level terendah baru dalam lima tahun terakhir 5.970.
Penurunan indeks BEI tercatat yang paling buruk di dunia hari ini, seiring dengan kejatuhan seluruh sektor saham. Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar 7,83%, sektor energi 4,45%, sektor infrastruktur 4,82%, sektor kesehatan 4,69%, dan sektor transportasi 4,46%.
Baca Juga
PMI Manufaktur RI Membaik, Menperin: Stok Bahan Baku Dijaga Demi Keberlanjutan Produksi
Kejatuhan indeks kali ini dipicu atas penurunan drastis saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, CUAN, BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham AMMN hingga auto reject bawah (ARB). Saham big bank juga ikut tekan indeks dipimpin kejatuhan saham BBCA.
Penurunan indeks ini berbanding terbalik dengan pembukaan pasar pagi ini dengan catatan kenaikan 11,67 poin (0,19%) menjadi 6.207. Penguatan didukung kenaikan mayoritas pasar saham Asia. Kenaikan tersebut ditopang penguatan saham sektor energi, industri, kesehatan, konsumer primer, properti, infrastruktur, dan transportasi. Sisanya catatkan penurunan.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 68,05 poin (1,11%) menjadi 6.195 dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,39 triliun. Net sell terbanyak melanda saham TPIA senilai Rp 254,59 miliar, ASII mencapai Rp 244,22 miliar, dan BRPT senilai Rp 156,07 miliar.
Baca Juga
Rupiah Melemah ke Rp17.900 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja Amerika Serikat
Kenaikan indeks ini ditopang lompatan saham big cap, khususnya emiten Prajogo Pangestu seperti BREN melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,85% menjadi Rp 4.120, CUAN melambung 24,60% menjadi Rp 785, dan TPIA naik 6,44% menjadi Rp 1.900. Kenaikan juga didukung ARA saham DSSA sebanyak 25% menjadi Rp 615.
Kenaikan juga didukung penguatan saham sektor energi 1,61%, sektor material dasar 1,32%, sektor keuangan 0,27%, dan sektor infrastruktur 0,64%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, properti, kesehatan, dan transportasi.
Saham dengan kenaikan hingga ARA kemarin, yaitu BEER naik 34,94% menjadi Rp 112, NZIA naik 34,85% menjadi Rp 178, KUAS naik 34,07% menjadi Rp 122, DSSA naik 25% menjadi Rp 615, BREN anik 24,85% menjadi Rp 4.120, CUAN naik 24,60% menjadi Rp 785, dan APLI naik 24,43% menjadi Rp 326.

