Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Bagi Dividen Rp 451,90 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk atau MPM (MPMX) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 451,90 miliar kepada pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), belum lama ini.
Nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp 170 per saham dengan total nilai Rp 451,90 miliar. Jumlah tersebut setara dengan dividend yield sekitar 16% berdasarkan harga penutupan saham MPMX pada 25 Mei 2026.
Group Chief Executive Officer (CEO) MPMX, Suwito Mawarwati mengungkapkan, peningkatan dividen yang diberikan tahun ini mencerminkan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
Baca Juga
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Cetak Laba Bersih Rp 461,92 Miliar pada 2025
“Peningkatan dividen ini sekaligus juga mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka penjang perseroan,” ujar Suwito dalam keterangan pers, Minggu (31/5/2026).
Menurut Suwito, sepanjang 2025, MPMX membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 16,2 triliun dan laba bersih Rp 462 miliar. Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan dan laba bersih masing-masing tumbuh 1% dan 19%.
Dia menjelaskan, kinerja tersebut dipengaruhi oleh berbagai tantangan yang masih membayangi industri otomotif dan mobilitas nasional, dari pelemahan daya beli masyarakat, tekanan pada pembiayaan kendaraan, hingga normalisasi permintaan di sejumlah segmen usaha.
Di tengah berbagai tantangan itu, kata Suwito, MPMX tetap mampu menjaga kinerja bisnis yang sehat melalui pendekatan yang lebih selektif dan disiplin dalam menjalankan operasional. Perusahaan juga terus melakukan efisiensi biaya dan pengelolaan risiko secara hati-hati (prudent).
Baca Juga
37 Emiten Gelar Cum Dividen Pekan Ini, Yield Dividen Tertinggi Dipimpin MPMX
“Selain itu, MPMX terus melakukan optimalisasi portofolio bisnis guna menjaga kualitas kinerja dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” tutur dia.
Suwito mengatakan, tahun 2025 merupakan periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional. Karena itu, penting bagi perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar.
“Di tengah kondisi industri yang menantang, kami tetap berupaya menjaga kualitas bisnis dan memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan,” ucap dia.

