Meski Pendapatan Turun, Mitra Pinasthika (MPMX) Berhasil Catat Kenaikan Laba 8% di Kuartal I-2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan kinerja solid pada kuartal I-2026 ditunjukkan dengan kenaikan laba bersih sebanyak 8% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 173 miliar.
Grup CFO MPM Beatrice Kartika menyampaikan, perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp4 triliun pada periode tersebut, turun 4% yoy yang mencerminkan penyesuaian pada beberapa lini usaha.
“Meskipun demikian, perseroan berhasil menjaga kinerja profitabilitas, dengan laba kotor meningkat 3% yoy menjadi Rp 365 miliar dan margin laba kotor membaik menjadi 9,1% dari 8,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) Cetak Laba Bersih Rp 461,92 Miliar pada 2025
Laba usaha juga meningkat 6% yoy menjadi Rp 193 miliar, dengan margin laba usaha naik menjadi 4,8% dari sebelumnya 4,3%. Sejalan dengan itu, margin laba bersih meningkat menjadi 4,3% dari 3,8% pada kuartal I-2025.
Secara segmentasi, kinerja MPMX menunjukkan dinamika beragam dengan fokus pada efisiensi dan kualitas pendapatan.
Pada segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua melalui MPMulia, pendapatan bersih turun 3% yoy menjadi Rp3,79 triliun. Penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi turun 5% yoy, sementara pendapatan purna jual meningkat 4%. Di sisi ritel, pendapatan penjualan naik 3% meski pendapatan purna jual turun 2%.
Baca Juga
IHSG Ditutup Naik 0,50%, Enam Saham DEFI hingga MLPT Catatk ARA
Meski pendapatan turun, laba kotor segmen ini meningkat 2% yoy menjadi Rp 321 miliar dengan margin yang membaik menjadi 8,5% dari 8%.
Di segmen asuransi, MPM Insurance mencatat pendapatan turun 17% yoy menjadi Rp 204 miliar, dipengaruhi penurunan kontribusi lini kendaraan bermotor dan properti. Namun, biaya pendapatan turun 22% yoy sehingga mendorong hasil layanan asuransi naik 10% yoy menjadi Rp 44 miliar. Hasil investasi juga meningkat 34% yoy menjadi Rp 12 miliar.
Sementara itu, segmen penyewaan kendaraan melalui MPMRent mencatat pendapatan turun 4% yoy menjadi Rp368 miliar. Namun, laba kotor naik 9% yoy menjadi Rp83 miliar dengan margin meningkat menjadi 22,6% dari 19,9%.
Baca Juga
MSCI Dinilai Tetap Konstruktif ke RI, Namun Seleksi Saham Makin Ketat
Peningkatan tersebut didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas bisnis sewa kendaraan, serta kontribusi penjualan mobil bekas.
Di segmen pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mencatat penurunan pendapatan 43% yoy seiring strategi yang lebih selektif dan fokus pada kualitas aset. Beban operasional turun 40% yoy menjadi Rp160 miliar, sehingga rugi bersih berhasil ditekan 23% yoy menjadi Rp38 miliar.
Beatrice menyebut, perlambatan ekonomi masih mempengaruhi sektor otomotif hingga kuartal I-2026. Namun, fokus pada efisiensi, profitabilitas, dan disiplin pengelolaan risiko mampu menjaga ketahanan kinerja perseroan. “Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan,” tutupnya.

