Saham KBMI IV Masih Lesu, BBCA Anjlok Hampir 30% Sejak Awal Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kinerja saham emiten perbankan berkapitalisasi besar masih masuk dalam KBMI IV berada di zona negatif sejak awal tahun hingga akhir Mei 2026. Berdasarkan data grafik perdagangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat penurunan paling dalam, dibandingkan tiga bank besar lainnya.
Hingga akhir Mei 2026, saham BBCA telah anjlok sebesar 29,41% sejak awal tahun menjadi Rp 5.700. Pelemahan tersebut menjadi yang terdalam di antara saham-saham bank besar yang masuk dalam perbandingan. Penurunan harga saham BBCA melampaui pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) lebih dari 29,14% sepanjang year to date (ytd).
Baca Juga
Wamentan: PT DSI Tak Ambil Untung dari Ekspor Satu Pintu, Pengusaha Tak Perlu Panik
Di posisi berikutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 20% menjadi Rp 4.080, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melemah 19,40% menjadi Rp 2.950.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menunjukkan kinerja relatif lebih baik dibandingkan tiga bank lainnya dengan penurunan sebesar 15,3 % sejak awal tahun menjadi Rp 3.700.
Baca Juga
Saham BBCA dan BBRI Longsor hingga Seret IHSG ke Zona Merah, Faktor Ini Jadi Pemicu
Pergerakan grafik menunjukkan keempat saham perbankan tersebut sempat mengalami fluktuasi sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Namun, secara umum tren yang terbentuk masih bergerak menurun.
Tak hanya mencatatkan penurunan signifikan, tiga dari empat saham tersebut masuk dalam daftar top laggards terhadap IHSG sepanjang ytd. Data BEI mengungkap saham BBCA berkontribusi sebanyak 224,23 poin terhadap penurunan IHSG. BBRI menyumbang sebanyak 111,47 poin terhadap pelemahan IHSG dan BMRI berkontribusi sebanyak 75,59 poin terhadap pelemahan IHSG.

