Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Tebar Dividen Rp210,6 Miliar, Rasio Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) membagikan dividen sebesar Rp210,6 miliar atau Rp31 per saham kepada pemegang saham. Nilai dividen tersebut telah memperhitungkan sebanyak 57.720.000 saham yang dibeli kembali (buyback) selama periode 15 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026.
Manajemen menyebut jumlah dividen tersebut setara 60% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp351,4 miliar. Perseroan menjelaskan rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih perusahaan telah berada di kisaran 60% sejak 2024.
Baca Juga
Diversifikasi Produk RFID, Jasuindo (JTPE) Alokasikan Capex Rp 100 Miliar
Meski rasio pembagian dividen tetap, nilai dividen tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp24 per saham. Kenaikan tersebut didorong pertumbuhan laba bersih perseroan sepanjang 2025. Tahun lalu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk JTPE tumbuh 47,7% secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, pendapatan perseroan mencapai Rp2,8 triliun atau meningkat 31,5% yoy. “Keputusan membagikan dividen dengan rasio pembayaran tinggi merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham. Tentunya ini juga sejalan dengan keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 48% sepanjang 2025,” ujar Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei dalam paparan publik virtual, Jumat (29/5/2026).
Perseroan meyakini momentum pertumbuhan kinerja positif akan berlanjut pada tahun ini. Meski kinerja kuartal I-2026 tercatat melemah akibat pergeseran pengadaan produk sekuriti ke kuartal II dan III serta kenaikan biaya material, manajemen optimistis kinerja akan kembali rebound.
Baca Juga
Net Sell Jumbo Rp 8,36 Triliun, Investor Asing Buang Saham BBCA, TPIA, dan AMMN
Allan menjelaskan bahwa tender pemerintah untuk segmen sekuriti biasanya mulai memberikan kontribusi lebih besar pada semester kedua setiap tahun.
Selain itu, pertumbuhan kinerja 2026 juga diproyeksikan didukung potensi proyek biometrik dan bisnis kemasan (packaging). “Kami tekankan, pertumbuhan tahun ini lebih didorong oleh volume penjualan, bukan oleh harga jual rata-rata produk,” ujar Allan.
Untuk mempertahankan kinerja, perseroan menjalankan sejumlah strategi bisnis. Pertama, melakukan adaptasi untuk memperkuat margin produk dan memperluas portofolio melalui produk-produk bermargin tinggi. Kedua, terus melakukan optimalisasi dan peningkatan kapasitas produksi. Ketiga, mendorong pertumbuhan anorganik melalui kerja sama dan kolaborasi dengan mitra strategis.
Baru-baru ini, JTPE resmi menjalin joint venture (JV) dengan mitra strategis asal Hong Kong melalui pendirian PT Nusatek Global Solutions. Perusahaan patungan tersebut bergerak dalam pengembangan produk RFID yang saat ini tengah diperkuat oleh JTPE. “Melalui langkah strategis tersebut, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja untuk tahun buku 2026 serta mencapai pertumbuhan jangka panjang,” ujar Direktur Jasuindo Tiga Perkasa Lukito Budiman.

