Bitcoin Cs Menguat di Tengah Harapan Kesepakatan AS - Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga aset kripto menguat tipis pada perdagangan Senin (26/5/2026) hingga Selasa (26/5/2026) pagi waktu Asia seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam waktu dekat.
Menilik data Coinmarketcap, Selasa pukul 06.05 WIB, pasar aset kripto bergerak menguat ditopang membaiknya sentimen investor global di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan meningkatnya minat terhadap aset digital. Di mana, kapitalisasi pasar kripto global tercatat mencapai US$ 2,58 triliun atau naik sekitar 0,52%. Indeks CMC20 yang merepresentasikan kinerja aset kripto utama juga menguat 0,55% ke level US$ 155,95.
Bitcoin (BTC) masih menjadi penopang utama pasar dengan harga mencapai US$ 77.113 per koin. Meski dalam satu jam terakhir terkoreksi tipis 0,18%, harga Bitcoin masih mencatat kenaikan harian sebesar 0,39%.
Ethereum (ETH) turut bergerak positif dengan diperdagangkan di level US$ 2.103,84. Sementara Binance Coin (BNB) menguat 0,96% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$ 660,41. Di sisi lain, stablecoin Tether (USDT) relatif stabil di kisaran US$ 0,9990, mencerminkan kondisi pasar yang masih cukup terjaga.
Baca Juga
Bitcoin Bertahan di US$ 77.000 di Kala Kejatuhan Harga Minyak dan Penantian Kesepakatan AS-Iran
Sentimen pasar kripto juga tercermin dari indeks Fear & Greed yang berada di level 40 atau kategori netral. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar mulai kembali melakukan akumulasi, meski masih dibayangi kehati-hatian terhadap perkembangan ekonomi global.
Pasar juga turut merespons sejumlah sentimen positif, mulai dari arus dana keluar dari ETF Bitcoin menuju altcoin seperti XRP dan HYPE hingga pemberian lisensi MiCA Uni Eropa kepada perusahaan kripto di Prancis.
Selain itu, sentimen positif tersebut dipicu oleh meningkatnya probabilitas kesepakatan damai di platform pasar prediksi Polymarket. Para trader menaikkan peluang tercapainya kesepakatan permanen bulan ini menjadi 37%, melonjak dari sekitar 14% pada Jumat pekan lalu. Peluang kesepakatan juga tercatat mencapai 46% untuk Juni dan 72% pada akhir Juli, dengan total volume transaksi pasar mencapai sekitar US$178 juta.
Baca Juga
Optimistis pada Pemulihan Pasar Kripto, Blockchain.com Siap-siap IPO
Optimisme pasar muncul setelah Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di Truth Social menyebut perjanjian kerangka kerja antara kedua negara masih dalam tahap finalisasi.
Di saat bersamaan, sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Kepala Negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, tiba di Doha, Qatar, untuk melanjutkan pembicaraan terkait konflik kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan CNN, agenda utama pembicaraan mencakup isu Selat Hormuz dan uranium yang diperkaya tinggi. Sementara CNBC melaporkan Iran menyebut kesepakatan tahap awal tersebut sebagai nota kesepahaman dengan pembahasan lanjutan selama 30 hingga 60 hari ke depan. Qatar dan Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi tersebut.
Seiring membaiknya sentimen geopolitik, harga minyak mentah turun 5,4% menjadi US$ 91,30 per barel. Sementara harga emas naik 1,35% menjadi US$ 4.570 per ons, dan indeks dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,3%.
Meski demikian, Trump menegaskan kesepakatan hanya akan terjadi jika seluruh poin negosiasi dapat disetujui kedua pihak. “Ini hanya akan menjadi kesepakatan besar untuk semua atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” tulis Trump dalam pernyataannya.

