Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Dua Emiten Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2026), diprediksi bergerak dalam rentang 6.095-6.216. Adapun saham pilihan hari ini adalah BBRI, INET, PTRO, dan CUAN.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk white spinning top, masih di bawah MA5 dan MA20, indikator Stochastic golden cross pada area deep oversold. “Pola ini mengindikasikan IHSG akan mengalami penguatan dengan saham pilihan BBRI, INET, PTRO, dan CUAN,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi indeks utama Wall Street yang ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif datang dari kinerja positif saham-saham ritel dan teknologi di tengah Pasar yang masih menanti kepastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang terdampak konflik antara AS dan Iran.
Baca Juga
Daftar Emiten Cum Dividen 25-29 Mei 2026, HMSP hingga SRTG Tebar Dividen Besar
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 3.420, saham INET dengan target harga Rp 266, PTRO dengan target harga Rp 4.230, dan CUAN dengan target harga Rp 620.
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penurunan hebat mencapai 561,27 poin (8,35%) menjadi 6.162,04. Bahkan, IHSG sempat sentuh rekor bawah 5.966. Penurunan tersebut memicu hilangnya kapitalisasi pasar (market cap) Rp 1.190 atau 10,07% menjadi Rp 11.825 hanya dalam lima hari transaksi.
Penurunan hebat tersebuet memicu perubahan daftar top 10 market cap BEI, yaitu teratas BBCA, disusul DCII, BBRI, BMRI, BYAN, BREN, MORA, TLKM, ASII, dan AMMN. Saham TPIA akhirnya terdepak dari daftar.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok Dipicu Harapan Damai AS-Iran, Brent Turun di Bawah US$ 100
Penurunan indeks sebanyak 8,35% pekan ini merupakan yang terburuk di dunia, bandingkan dengan negara lain, seperti indeks Hang Seng hanya melemah 1,37% dan indeks FTSE Bursa Malaysia hanya 1,58%. Penurunan dahsyat tersebut menjadikan kapitalisasi pasar turung BEI turun peringkat menjadi nomor dua di Asean setelah Singapura.
Tekanan datang dari kejatuhan seluruh sektor saham dengan pelemahan terbesar disumbangkan saham sektor material dasar melemah 16,31%, sektor energi turun 13,68%, sektor transportasi melemah 19,1%, sektor industry melemah 11,70%, sektor infrastruktur 10,80%, dan sektor konsumer primer 10,20%.

