IHSG Sesi II Dibuka Ambrol 3,38%, Trading Halt Mengintai Perdagangan Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi II, Kamis (21/5/2026), dibuka langsung merosot sebanyak 214 poin (3,38%) menjadi 6.104, bahkan sempat sentuh level 6.080. Bandingkan dengan penutupan sesia I dengan pelemahan sebanyak 174,14 poin (2,76%) menjadi 6.144.
Penurunan IHSG dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 7,44%, sektor energi 6,01%, sektor industry 4,49%, sektor transportasi 4,69%, sektor konsumer primer 5,10%, dan sektor infrastruktur 5,09%. Tradaing halt mengintai transaksi saham, jikan penurunan sampai 8%.
Hampir seluruh saham mencatatkan penurunan tajam hari ini, khususnya saham-saham emiten konglomerasi. Penurunan paling tajam melanda saham konglomerasi Prajogo Pangestu dipimin ARB saham TPIA, saham emiten Sinarmas, emiten Boy Thohir, emiten Happy Hapsoro, hingga konglomerasi lainnya.
Baca Juga
Efek Harga Tiket Mahal, Asosiasi Hotel AS Khawatir Piala Dunia 2026 Sepi Wisatawan
Sementara itu, Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan optimismenya terhadap prospek ekonomi nasional dan pasar modal Indonesia, meski IHSG mengalami tekanan hebat dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Jeffrey, pesan optimisme tersebut juga disampaikan saat kunjungan DPR dan Danantara ke Gedung BEI beberapa hari lalu. Ia menilai investasi di pasar modal merupakan investasi jangka panjang yang didukung fundamental ekonomi domestik yang diyakini akan terus membaik.
“Oh iya, kan kemarin waktu ada kunjungan dari DPR dan Danantara ke sini juga sudah disampaikan pesan bahwa investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang. Dan kita sama-sama meyakini bahwa fundamental ekonomi ke depan akan makin baik,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Kemarin, ditutup anjlok sebanyak 52,18 poin (0,82%) menjadi 6.318 dengan investor asing merealisasikan pembelian bersih saham senilai Rp 249,17 miliar di seluruh pasar. Net buy terbanyak melanda saham VKTR senilai Rp 262,35 miliar, BUMI mencapai Rp 223,43 miliar, dan BMRI senilai Rp 217,73 miliar.
Baca Juga
BEI Tetap Optimistis Prospek Pasar Modal Meski IHSG Anjlok dan Tertekan 30% Ytd
Adapun pelemahan kemarin sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 4,67%, sektor transportasi 4,22%, sektor energi 2,65%, consumer primer 2,06%, dan sektor teknologi 1,38%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan dan infrastruktur.
Adapun saham penekan utama indeks hari ini datang dari kejatuhan saham big cap miliki Prajogo Pangestu, seperti TPIA anjlok 14,74%, BREN turun 7,62%, BRPT turun 10,18%, DSSA jatuh 5,33%, CUAN jatuh 9,23%, dan AMMN melorot 6,31%.
Sebaliknya sejumlah saham ini catatkan kenaikan harga pesat, yaitu saham LCKM naik 29,33% menjadi Rp 194, APIC naik 24,81% menjadi Rp 1.610, INTD naik 24,35% menjadi Rp 286, MORA naik 19,75% menjadi Rp 7.125, dan ZONE naik 18,82% menjadi Rp 404.
