Tak Bagi Dividen, Manajemen XLSmart (EXCL) Paparkan Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) memutuskan tidak membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buku Tahun 2025. Perseroan memilih memfokuskan arus kas untuk memperkuat jaringan dan mempercepat integrasi pascamerger XL Axiata dan Smartfren.
Direktur dan Chief Financial Officer XLSmarty, Anthony Susilo mengatakan, keputusan tersebut diambil karena perusahaan masih mencatatkan rugi di 2025. Meski demikian, kerugian tersebut disebut bersifat non-tunai dan terjadi akibat biaya integrasi serta percepatan depresiasi aset lama.
“Di tahun 2025 pembukuan kami mencatatkan kerugian. Makanya tahun 2026 ini kita tidak bisa memberikan dividen,” kata Anthony di kantor XLSmart, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan rugi buku muncul salah satunya akibat percepatan depresiasi aset jaringan yang tidak lagi digunakan pascamerger. Nilainya juga disebut mencapai hampir Rp 5 triliun.
Baca Juga
Integrasi Jaringan Capai 70%, Pendapatan XLSmart Telecom Sejahtera Capai Rp42,49 Triliun
Meski begitu, ia menegaskan bahwa secara operasional kondisi perusahaan tetap solid. XLSmart sebelumnya mencatat pendapatan Rp 42,49 triliun pada 2025 atau tumbuh 23% dibanding tahun sebelumnya.
EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp 20,14 triliun, sedangkan laba bersih normalisasi tumbuh 63% menjadi Rp 3 triliun. Perseroan juga mencatat sinergi merger sebesar US$ 252 juta hingga akhir 2025, melampaui ekspektasi awal. Integrasi jaringan pun telah mencapai sekitar 70%.
Anthony pun mengatakan selama masa integrasi hingga 2027, perusahaan akan memprioritaskan modernisasi jaringan dan ekspansi 5G. Belanja modal atau capex 2025 tercatat naik menjadi Rp 11,2 triliun dari sebelumnya Rp 7,3 triliun.
“Kita akan lebih disiplin dalam menerapkan investasi untuk network modernization dan juga 5G,” tegasnya.
Selain memperkuat jaringan, perusahaan juga menyebut akan fokus meningkatkan profitabilitas melalui kenaikan ARPU, efisiensi biaya, dan penguatan layanan digital serta enterprise.

