Merger EXCL dan FREN, Axiata Ungkap Alasan Tak Jadi Pengendali Utama XLSmart
JAKARTA, investortrust.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), serta PT Smart Telcom (SmartTel) akan bergabung menjadi XLSmart. Merger ketiga perusahaan tersebut ditargetkan tuntas semester I-2025.
Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama. Masing-masing, menggenggam 34,8% saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan. Sedangkan sisanya 30,4% saham XLSmart dimiliki publik.
Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood menjelaskan alasan perusahaan tidak menguasai jumlah saham EXCL yang lebih besar dibandingkan Sinar Masa. “Kami berdua (Axiata & Sinar Masas) bersama adalah mayoritas. Karena ini adalah kontrol bersama kan? Ini bukan satu komponen. Kami bersatu untuk menjadi mayoritas,” jawab Vivek saat ditanya hal tersebut di Cyber 2 Building, Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Baca Juga
Merger, Potensi Pendapatan XLSmart (EXCL) Capai Rp 45,4 Triliun
Senada, Chairman Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky Oesman Widjaja menyatakan, merger menjadi XLSmart adalah upaya penting untuk memberi nilai tambah yang besar kepada seluruh pemangku kepentingan. Nilai tambah diberikan melalui layanan yang prima, konektivitas digital, dan inovasi.
Merger juga bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam mendorong transformasi digital. “Hal ini sejalan dengan prinsip bersatu untuk tujuan bersama yang lebih besar. Seperti kata pepatah, if you want to go fast, you go alone; if we want to go far, we go together. Di Sinar Mas, kami selalu mengatakan, Together, we go far, fast, and beyond,” tegas Franky melalui keterangan resminya.
Rasio penggabungan nilai ekuitas XL Axiata dan Smartfren masing-masing sebesar 72:28. XL Axiata (EXCL) akan menjadi entitas yang bertahan dan tetap tercatat di BEI dengan berubah nama jadi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).
Sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart. Sementara itu, EXCL akan menerbitkan saham baru kepada pemegang saham Smartfren, sesuai rasio penggabungan.
Baca Juga
Ditargetkan Tuntas Semester I-2025, Merger XL, Smartfren, dan SmartTel Bernilai Rp 104 Triliun
Sebagai bagian dari merger, Sinar Mas akan menerima 21,7% saham XLSmart, sementara saham Axiata akan menjadi 47,9%. Bersamaan dengan penggabungan XL, Smartfren, dan SmartTel ini, Sinar Mas akan memperoleh tambahan 13,1% saham di XLSmart dari Axiata.
Dengan begitu, setelah transaksi tuntas dalam pemerataan kepemilikan saham, Axiata akan menerima US$ 475 juta. Rincinya, setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima US$ 400 juta, beserta tambahan US$ 75 juta di akhir tahun pertama, tergantung pada pemenuhan syarat syarat tertentu.
“XLSmart akan memanfaatkan jaringan, keahlian, dan sumber daya dari para pemegang saham untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia,” tegas Vivek.
Sebelum merger, 66,5% saham XL Axiata dimiliki Axiata. Rinciannya, Axiata Group Berhad memiliki 100% saham di Axiata Investments (Labuan) Limited, yang selanjutnya memiliki 100% saham di Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) dan Smarftren (FREN) akan Dilebur Jadi XLSmart Telecom Sejahtera
Sedangkan saham Smartfren saat ini dimiliki Sinar Mas sebanyak 77,5%. Jumlah ini dimiliki melalui empat entitas korporasi, yaitu PT Bali Media Telekomunikasi sebanyak 41,2%, PT Global Nusa Data 16,7%, PT Wahana Inti Nusantara 10,2%, dan PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera 9,4%.
Setelah merger nanti, 34,8% saham Sinar Mas di MergeCo (XLSmart) akan dimiliki melalui empat entitas korporasi, yakni PT Bali Media Telekomunikasi sebanyak 24,6%, PT Global Nusa Data 4,7%, PT Wahana Inti Nusantara 2,9%, PT Gerbangmas Tunggal Sejahtera 2,6%.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah, serta dedikasi dari seluruh karyawan, mitra dan rekanan. Juga tentunya kepercayaan seluruh investor sehingga merger ini dapat terwujud, di mana XLSmart dapat berkontribusi lebih besar dalam melayani masyarakat dan mendukung ekonomi digital Indonesia,” tutup Franky.

