Cetak Rekor Baru, Obligasi Internasional PT SMI Oversubscribed 7,3 Kali
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI telah menetapkan harga atas penerbitan obligasi senilai US$ 300 juta bertenor 5 tahun dalam bentuk senior unsecured fixed rate notes.
Tahap itu menandai kembalinya PT SMI ke pasar obligasi internasional berdenominasi dolar AS setelah terakhir kali menerbitkan pada tahun 2021. Transaksi ini mencatat spread paling ketat yang pernah dicapai oleh lembaga keuangan non-bank Indonesia untuk tenor 5 tahun.
“Ini pencapaian bersejarah yang mengukuhkan posisi PT SMI sebagai kredit unggulan di kawasan regional,” jelas Direktur Utama Sarana Multi Infrastruktur Reynaldi Hermansjah yang dikutip pada Jumat (15/5/2025).
Obligasi tersebut diterbitkan di bawah Program Euro Medium Term Note (EMTN) senilai US$ 2 miliar yang telah dimiliki PT SMI, dan memperoleh peringkat investasi Baa2 dari Moody’s serta BBB dari Fitch Ratings.
PT SMI mengumumkan mandat transaksi ini pada 6 Mei 2026, mendahului rencana penawaran obligasi senior unsecured berdenominasi USD dengan tenor 5 tahun dalam format Reg S (Cat 1).
PT SMI menyelenggarakan serangkaian pertemuan virtual dengan investor institusional yang menyasar akun-akun terpilih di kawasan Asia dan Eropa, dan mengeklaim mendapatkan indikasi minat yang kuat sejak awal.
Baca Juga
Perluas Partisipasi Publik, PT SMI Berencana Terbitkan Obligasi Ritel
Merespons sambutan positif tersebut, panduan harga awal (initial price guidance) di kisaran 5,45% diumumkan pada pembukaan pasar Asia tanggal 7 Mei 2026.
“Permintaan dari investor terbukti luar biasa. Transaksi ini berhasil mencatatkan orderbook yang besar dan beragam, sehingga memungkinkan untuk memperketat harga secara signifikan,” sambung Reynaldi.
Panduan harga final (final price guidance) ditetapkan pada 5,10%, dan pada akhir sesi Asia Obligasi ditetapkan dengan imbal hasil 5,1%. Hal ini mencerminkan tightening sebesar 35 basis poin dari panduan harga awal, yang dianggap mencerminkan kuatnya keyakinan para investor.
Orderbook final ditutup dengan total lebih dari US$ 2,2 miliar dari 119 akun, atau sebesar 7,3 kali lipat oversubscription dari target penerbitan senilai US$ 300 juta. Partisipasi investor mencakup spektrum geografis dan institusional yang luas, antara lain Asia menyumbang 87% dari alokasi dan Europe, Middle East, and Africa (EMEA) sebesar 13%.
Berdasarkan jenis investor, manajer aset dan manajer dana mendominasi dengan 74%, disusul oleh bank sentral, perusahaan asuransi, dan dana pensiun sebesar 14%, perbankan 10%, serta bank privat dan lainnya 2%.
Baca Juga
PT SMI Raih Penghargaan The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2025
“Komposisi orderbook yang beragam dan berkualitas tinggi ini mencerminkan kepercayaan mendalam dan berkelanjutan dari investor global terhadap PT SMI, serta terhadap cerita pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” tandas Reynaldi.
Dalam transaksi dimaksud, DBS Bank Ltd. bertindak sebagai Sole Global Coordinator. Sementara DBS Bank Ltd., BNI Securities, Deutsche Bank, Mizuho, MUFG dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers

