CFX Ungkap Deretan Aset Kripto Terlaris dan Berkinerja Terbaik April 2026, Apa Saja?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa kripto PT Central Finansial X (CFX) mencatat perkembangan industri aset keuangan digital Indonesia tetap stabil sepanjang April 2026. Berdasarkan data per 30 April 2026, terdapat 25 pedagang aset keuangan digital (PAKD) yang telah terdaftar dengan total 1.245 aset kripto diperdagangkan di pasar domestik.
Dalam laporan perkembangan industri, dilansir Senin (11/5/2026) Bursa Kripto CFX juga mencatat jumlah kontrak derivatif kripto aktif mencapai 40 kontrak. Hal ini menunjukkan aktivitas perdagangan derivatif terus berkembang di tengah dinamika pasar aset digital global.
Untuk pasar spot, volume perdagangan kripto pada April 2026 tercatat sebesar Rp 22,9 triliun, meningkat dibanding Maret 2026 yang sebesar Rp 22,2 triliun. Sementara secara year to date (ytd), total volume perdagangan spot telah mencapai Rp 98,7 triliun.
Di sisi lain, pasar derivatif kripto juga mengalami pertumbuhan. Volume perdagangan derivatif pada April 2026 tercatat Rp 4,44 triliun, naik tipis dibanding Maret 2026 sebesar Rp 4,36 triliun. Adapun total volume perdagangan derivatif secara ytd mencapai Rp 16,95 triliun.
Baca Juga
ETF Bitcoin Catat Rekor 6 Pekan 'Inflow', Harga BTC Stabil di Atas US$ 80.000
Berdasarkan data CFX, aset kripto dengan volume perdagangan terbesar sepanjang April 2026 didominasi oleh stablecoin dan aset kapitalisasi besar, yakni Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Pippin (PIPPIN), dan BitTorrent [New] (BTT).
Sementara pada segmen derivatif, kontrak dengan volume perdagangan terbesar ditempati BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP, PEPEUSDT-PERP, dan DOGEUSDT-PERP. Data tersebut menunjukkan tingginya minat trader terhadap kontrak perpetual berbasis aset kripto utama dan meme coin.
Dari sisi performa harga, aset kripto berkinerja terbaik selama April 2026 dipimpin OKZOO (AIOT) yang melonjak 818%, disusul Banana for Scale sebesar 633%, SKYAI 469%, Nexa 300%, dan Zerebro 289%.
Sebaliknya, beberapa aset mencatat koreksi tajam sepanjang April 2026. Dego Finance (DEGO) menjadi aset dengan kinerja terburuk setelah anjlok 91%, diikuti FIO Protocol turun 88%, Aria AI 84%, Dent 78%, dan StakeStone 76%.
Perkembangan tersebut mencerminkan pasar aset kripto domestik masih bergerak aktif dengan kombinasi pertumbuhan perdagangan spot dan derivatif, di tengah tingginya volatilitas harga aset digital.
Baca Juga
Bitcoin Pizza Day hingga Upgrade Solana, Simak Sentimen yang Gerakkan Pasar Kripto Bulan Ini
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai transaksi spot kripto di Indonesia pada Maret 2026 sebesar Rp 22,24 triliun dengan jumlah konsumen mencapai 21,37 juta orang.
“Jumlah akun konsumen telah mencapai 21,37 juta atau tumbuh 1,43% secara month to date,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso,” dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK April 2026, secara daring, Selasa (5/5/2026).
Sementara itu, untuk nilai transaksi derivatif aset keuangan digital atau AKD tercatat sebesar Rp 5,80 triliun pada Maret 2026 atau meningkat 14,40% dibanding bulan Februari 2026 yaitu Rp 5,07 triliun.
Kemudian, lanjut Adi, nilai kapitalisasi pasar AKD dan aset kripto pada Maret 2026 mencapai Rp 23,36 triliun atau terkontraksi 0,97% dibanding posisi Februari 2026 yang tercatat Rp 23,59 triliun.
“Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto di Indonesia masih terjaga dengan baik,” katanya.

