Bagikan

ETF Bitcoin Catat Rekor 6 Pekan 'Inflow', Harga BTC Stabil di Atas US$ 80.000

Poin Penting

Bitcoin tetap kokoh di atas US$80.000 didukung rekor inflow ETF Bitcoin spot AS selama enam pekan berturut-turut dengan total dana masuk mencapai US$3,4 miliar, menjadi yang terpanjang sejak Agustus 2025.
Pasar kripto kini menanti rilis data inflasi AS seperti CPI, PPI, dan penjualan ritel yang dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed, terutama menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell pada 15 Mei 2026.
Reli altcoin semakin menguat, dipimpin Ondo ($ONDO) yang melonjak hampir 50% dan SUI naik 45%, didorong sentimen positif dari pengembangan aset tokenized, peluncuran ETF baru, serta ekspansi produk derivatif kripto teregulasi.

JAKARTA, investortrust.id – Bitcoin (BTC) mengawali pekan kedua Mei 2026 dengan bertahan di atas level US$ 80.000 di tengah sikap waspada para trader yang menantikan tabrakan data inflasi dan tensi politik.

Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menyebutkan, fokus pasar tertuju sepenuhnya pada rilis data ekonomi AS, dimulai dari Consumer Price Index (CPI) pada Selasa (12/5/2026) yang diprediksi naik ke 3,4% (yoy), disusul data PPI pada Rabu (13/5/2026), serta laporan penjualan ritel pada Kamis (14/5/2026).

“Rangkaian data itu menjadi krusial untuk menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed, apalagi Jumat (15/5/2026) merupakan hari terakhir masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed,” ujar Panji, dalam siaran pers, Senin (11/5/2026).

Sentimen institusional tetap menjadi penopang utama pasar setelah ETF Bitcoin spot AS mencatatkan rekor inflow selama enam pekan berturut-turut, durasi terlama sejak Agustus 2025.

Baca Juga

Bitcoin Justru Menguat Usai Trump Sebut Proposal Damai Iran Tak Dapat Diterima

Dalam rentetan enam pekan tersebut, total dana sebesar US$ 3,4 miliar berhasil diserap oleh pasar, dengan performa terkuat terjadi pada pertengahan April diikuti aliran dana mencapai US$ 996,38 juta dalam sepekan.

Sementara pekan lalu, ETF Bitcoin tetap mencatatkan hasil positif sebesar US$ 622,75 juta, meskipun sempat mengalami dinamika arus keluar di akhir pekan yang segera tertutup oleh akumulasi masif pada hari-hari perdagangan sebelumnya.

Di pasar altcoin, Ondo ($ONDO) memimpin reli dengan kenaikan hampir 50% dalam sepekan terakhir, melonjak dari kisaran Rp 5.000 hingga menyentuh Rp 7.400 setelah sukses menyelesaikan uji coba pencairan obligasi AS tokenized bersama JPMorgan dan Mastercard.

Sementara itu, harga $SUI juga meroket 45% ke level di atas Rp 23.000 menyusul langkah CME Group yang mencatatkan SUI futures sebagai aset layer-1 keempat di pasar derivatif teregulasi.

Kabar positif lainnya datang dari 21Shares yang resmi meluncurkan ETF Canton Network (TCAN) di Nasdaq untuk memberikan eksposur pada token $CC yang didukung Goldman Sachs dan Microsoft.

Selain itu, platform Pump.fun ($PUMP) mencatat rekor baru dengan tingkat profitabilitas trader yang melonjak hingga 73,28% pada April lalu, menandai pertumbuhan konsisten selama empat bulan berturut-turut.

Baca Juga

ETH Tertekan, Kinerja Ethereum Kalah 35% dari Bitcoin Setahun Terakhir

Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di rentang harga US$ 80.000 hingga US$ 81.500 dengan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 2.250 hingga US$ 2.400.

Sementara dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) bertengger di kisaran US$ 81.475 atau sekitar Rp 1,41 miliar atau naik 1%. Namun sekira pukul 12:37 WIB, Bitcoin hanya mencetak kenaikan 0,15% dengan bergerak dalam rentang US$ 80.884

Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 60,90%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto menguat menjadi sekitar US$ 2,69 triliun

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024