AUM 2025 Capai Rp43,7 Triliun, Alliianz Indonesia Bakal Selektif di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Allianz Indonesia berhasil mempertahankan konsistensi pengelolaan dana melalui pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif. Keberhasilan ini tercermin pada total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp 43,7 triliun pada akhir 2025, mencakup aset dari Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz.
Pertumbuhan sebesar 9,8% secara tahunan ini membuktikan bahwa strategi pemilihan aset yang tepat mampu memberikan hasil optimal bagi nasabah, dengan Smartlink Equity, Smartlink Fixed Income, dan Smartlink Balanced sebagai tiga produk unit link dengan dana kelolaan tertinggi.
Ketahanan ekonomi nasional pada 2025 ditandai dengan pertumbuhan PDB sebesar 5,11% dan inflasi yang terjaga di level 2,92%. Di pasar modal konvensional, IHSG mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 22,13% hingga menyentuh level 8.646,94. Sektor syariah pun tidak ketinggalan dengan kenaikan Jakarta Islamic Index sebesar 22,13%, didorong oleh penguatan sektor konsumer dan energi.
Meski sempat terjadi volatilitas akibat kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat di awal tahun, sentimen pasar global perlahan membaik pada paruh kedua seiring langkah Federal Reserve menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali.
Baca Juga
Menyongsong tahun 2026, Allianz Indonesia telah menyiapkan langkah strategis yang lebih selektif dengan menekankan kualitas aset serta pengelolaan risiko yang terukur. Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti, menegaskan bahwa resiliensi ekonomi domestik dan likuiditas pasar adalah kunci dalam menjaga keseimbangan portofolio. Fokus perusahaan tetap pada orientasi jangka panjang guna mendukung komitmen perlindungan dan manfaat investasi bagi nasabah di tengah kondisi makro yang diproyeksikan tetap kondusif namun menuntut kehati-hatian ekstra.
"Di tengah volatilitas global sepanjang 2025, Allianz Indonesia tetap berfokus pada konsistensi pengelolaan dana kelolaan nasabah dengan pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif, sejalan dengan karakteristik bisnis asuransi yang berorientasi jangka panjang. Resiliensi ekonomi domestik dan likuiditas pasar menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil portofolio, guna mendukung komitmen perlindungan dan manfaat investasi bagi nasabah. Memasuki 2026, kami mempersiapkan strategi yang lebih selektif dengan menekankan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang terukur, agar tetap selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang nasabah," ujar Ni Made Daryanti dalam pernyataan resmimnya dikutip Jumat (8/5/2026).
Outlook ekonomi 2026 diprediksi tetap cerah dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah di kisaran 5,2% - 5,8%. Belanja modal infrastruktur yang diperkirakan naik 37% menjadi Rp156 triliun serta program bantuan sosial yang masif diharapkan menjadi motor penggerak konsumsi.
Allianz Indonesia melihat peluang besar pada saham berkapitalisasi besar dan instrumen pasar uang yang tetap atraktif. Namun, perusahaan tetap mewaspadai berkurangnya visibilitas politik global serta dinamika kebijakan perdagangan internasional yang dapat memengaruhi stabilitas pasar secara mendadak.
Sebagai bentuk mitigasi, strategi investasi diarahkan pada pemilihan aset yang memiliki fundamental kuat dan fleksibilitas likuiditas yang tinggi. Ni Made Daryanti juga mengingatkan pentingnya peran aktif nasabah dalam mengelola portofolio mereka secara berkala agar tetap sesuai dengan profil risiko masing-masing. Diversifikasi instrumen menjadi kunci utama untuk memastikan tujuan proteksi dan investasi berjalan seimbang, terutama ketika menghadapi perubahan pasar yang cepat dan kompleks di masa depan.
"Dalam situasi pasar yang berubah cepat, kami mengajak nasabah untuk meninjau tujuan investasi, jangka waktu, toleransi risiko, serta alokasi aset secara berkala. Diversifikasi tetap menjadi kunci, dan pemilihan instrumen perlu selaras dengan profil risiko agar tujuan proteksi dan investasi berjalan seimbang dalam jangka panjang," tambah Ni Made.

