Bagikan

Transformasi TOBA Mulai Berbuah, Arus Kas operasional Positif di Kuartal I-2026

Poin Penting

TOBA catat arus kas operasional positif US$9,9 juta pada kuartal I-2026.
Segmen pengelolaan limbah jadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Rugi bersih TOBA turun 84% seiring transformasi bisnis hijau.

JAKARTA, investortrust.idFase transpormasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berhasil membuahkan hasil yang ditunjukkan arus kas mulai positif pada kuartal I-2026. Perbaikan ini berdampak terhadap penguatan fundamental dan menopang ekspansi ke depan.

Laporan keuangan kuartal I-2026, TOBA mencatat arus kas operasional positif sebesar US$ 9,9 juta atau sekitar Rp 171,27 miliar (Kurs US$1 = Rp17.300) pada kuartal I-2026, berbalik dari posisi negatif US$ 2,9 juta pada tahun sebelumnya .

“Dengan posisi kas yang memadai dan pengelolaan modal kerja yang terjaga, TBS memiliki fleksibilitas dan kapasitas untuk mendukung rencana ekspansi internasional secara bertahap,” ujar tutur analis Ajaib Sekuritas Rizal Rafly di Jakarta, kemarin.

Baca Juga

Pendapatan TBS Energi (TOBA) Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026, Segmen Limbah Jadi Penopang Utama

TOBA dulu dikenal sebagai perusahaan tambang dan perdagangan batu bara. Kini, perusahaan telah bertransformasi secara ekstrem menjadi perusahaan yang fokus pada bisnis hijau, dengan tiga pilar pengelolaan limbah (waste management), energi terbarukan (renewable energy) dan kendaraan listrik (electric vehicle).

Perubahan ini, menurut Riz, mencerminkan perbaikan kualitas operasional, di mana aktivitas bisnis mulai menghasilkan kas secara lebih konsisten, stabil dan terbebas dari fluktuasi harga komoditas. “Peralihan dari arus kas negatif ke positif menunjukkan adanya perbaikan dalam kemampuan menghasilkan kas dari bisnis baru,” ujarnya.

Dari sisi kinerja, TBS mencatat pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebanyak 20,5% secara tahunan menjadi US$ 86,3 juta, sementara laba kotor tumbuh 46,7% menjadi US$10,4 juta.

Pada segmen pengelolaan limbah, kinerja meningkat signifikan dengan lonjakan pendapatan hingga 5,5 kali lipat menjadi sekitar US$51,9 juta, menjadikannya kontributor utama terhadap pendapatan dan EBITDA.

Baca Juga

TBS Energi (TOBA) Tuntaskan Transformasi ke Bisnis Hijau, Kinerja Optimistis Tumbuh

Bahkan, segmen pengolahan limbah berkontribusi hingga 59,9% terhadap total revenue. Segmen ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan mengingat posisi TOBA, melalui CORA, sebagai pemain utama di Singapura dan regional.

Pada segmen kendaraan listrik, pengembangan ekosistem melalui Electrum menunjukkan peningkatan skala operasional. Jumlah unit motor listrik yang beroperasi meningkat menjadi 9.082 unit per Maret 2026, dari sekitar 5.100 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh perluasan infrastruktur berupa 426 stasiun penukaran baterai .

Baca Juga

Dua Sekuritas Ini Revisi Naik Target Harga Saham Antam (ANTM), Potensi Cuan Segini

Sementara itu, pada segmen energi terbarukan, pembangkit listrik tenaga mini hidro berkapasitas 6MW telah beroperasi penuh dan mulai memberikan kontribusi pendapatan. Di sisi lain, proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung berkapasitas 46MWp masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026 .

TOBA masih mencatatkan rugi bersih US$9,5 juta, turun signifikan sebesar 84% secara yer on year. Rugi bersih ini kebanyakan bersifat non-kas pasca integrasi penuh Cora di Singapura. Rizal menilai penurunan rugi ini mencerminkan berkurangnya dampak non-operasional dari divestasi bisnis batu bara, serta mulai terlihatnya kontribusi dari lini bisnis baru.

“Penurunan rugi bersih mengindikasikan bahwa Perseroan bergerak menuju fase yang lebih stabil, dengan jalur yang semakin jelas menuju profitabilitas,” ujarnya

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024